Penyuluh Agama di Buleleng Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama untuk Cegah Konflik Sosial

Ahmad Fairozi, M.Hum.

21/02/2026

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Singaraja — Moderasi beragama dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial di tengah masyarakat yang multikultural. Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Gede Sadiana, menegaskan bahwa banyak konflik sosial berakar pada kurangnya pemahaman terhadap nilai toleransi dan keberagaman.

“Konflik sering terjadi karena orang belum memahami tatanan dan nilai-nilai agama secara utuh. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus memberikan pembinaan kepada masyarakat,” ujar Gede Sadiana saat ditemui di kantor Kemenag Kebupaten Buleleng, Bali, Jumat (21/2/2026).

Menurutnya, penguatan moderasi beragama harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan. Di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, pembinaan tersebut dijalankan melalui sinergi dengan berbagai organisasi keagamaan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama tidak hanya penting dalam membangun hubungan harmonis antarumat beragama, tetapi juga di internal masing-masing umat. Konflik internal, kata dia, kerap menjadi pemicu awal ketegangan yang lebih luas di masyarakat. “Jangan sampai antarumat beragama sudah rukun, tetapi di internal sendiri justru terjadi konflik. Keduanya harus dijaga,” katanya.

Gede Sadiana menambahkan bahwa nilai-nilai ajaran agama seperti kasih sayang, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan praktik toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat, seperti saling mengunjungi saat hari raya, berbagi makanan, serta menjaga hubungan baik dengan tetangga yang berbeda keyakinan. “Kalau kita hidup rukun, damai, dan saling menghargai, maka kehidupan akan terasa nyaman. Tetapi jika konflik terjadi, aktivitas sehari-hari pun akan terganggu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penguatan nilai-nilai moderasi beragama. “Marilah kita rajut persaudaraan, saling menghargai dan menghormati, agar Indonesia tetap damai, sejahtera, dan harmonis,” ucapnya.

Leave a Comment

Related Post