Pemprov Lampung Terapkan Pendekatan Holistik untuk Cegah Radikalisme dan Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

26/04/2025

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya dalam mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme melalui pendekatan holistik yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari komunitas, aparat keamanan, hingga lembaga pemerintah dan swasta. “Kita terus meningkatkan kesadaran komunitas serta memperkuat kolaborasi para pemangku kepentingan dalam lima pilar penanggulangan terorisme, yaitu repatriasi, rehabilitasi, relokasi, reintegrasi, dan resiliensi,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, M. Firsada, Jumat (25/4/2025).

Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang tahan terhadap pengaruh ideologi radikal. Ia menyebut bahwa keterlibatan masyarakat secara aktif akan memperkuat ketahanan sosial. “Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menjalankan berbagai program pencegahan yang inklusif, mulai dari sosialisasi hingga rehabilitasi, dengan dukungan semua pihak,” katanya.

Firsada juga mengingatkan pentingnya sinergi semua elemen bangsa untuk membantu mereka yang sudah terpapar radikalisme agar bisa kembali ke masyarakat dengan pemahaman ideologi yang lebih moderat. “Ini memang bukan tugas yang mudah, tetapi kita harus menjalankannya bersama dengan pendekatan yang menyeluruh dan inklusif,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kasubdit Kerja Sama Multilateral Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Weti Jaswiyati, menyoroti perubahan wajah terorisme global melalui fenomena Foreign Terrorist Fighters (FTF). Menurutnya, fenomena ini telah memperluas pengaruh radikalisme lintas batas negara. “Fenomena FTF mengubah lanskap terorisme global dan berdampak langsung ke Indonesia, karena terbukti ada warga negara Indonesia yang pergi ke zona konflik akibat terpapar ideologi radikal transnasional,” jelas Weti.

Weti menekankan perlunya kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah guna memperkuat edukasi serta membangun ketahanan masyarakat dari bahaya paham terorisme. “Program pencegahan tidak bisa berjalan sendiri, harus dilakukan secara terpadu dan terus menerus,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Hermansyah, menilai bahwa salah satu metode preventif yang efektif adalah melalui media yang bernilai edukatif, seperti film dan buku. “Pendekatan dengan pemutaran film yang bernilai positif lebih mudah diterima masyarakat, dan bisa dijadikan strategi dalam mencegah penyebaran paham radikalisme,” kata Hermansyah di Bandar Lampung.

Ia menambahkan bahwa media kreatif seperti film sangat strategis dalam menyampaikan pesan kebangsaan, apalagi di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dimanfaatkan kelompok radikal untuk menyasar perempuan, anak, dan remaja. “Kelompok rentan seperti ibu rumah tangga, anak-anak, dan remaja menjadi target utama penyebaran paham intoleran. Bila mereka terpapar, masa depan bangsa bisa terancam,” ujarnya.

Menurut Hermansyah, kolaborasi antara BNPT, Yayasan Prasasti Perdamaian, Universitas Lampung, serta platform Ruangobrol menjadi contoh nyata strategi pencegahan yang efektif. “Film Road to Resilience dan buku Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah menjadi media penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan serta mencegah penyebaran ekstremisme,” tutupnya.

Leave a Comment

Related Post