Pemprov Jatim Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Tangkal Radikalisme di Kalangan Generasi Muda

Ahmad Fairozi, M.Hum.

12/06/2025

2
Min Read
Pemprov Jatim Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Tangkal Radikalisme di Kalangan Generasi Muda

On This Post

Harakatuna.com. Surabaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda. Langkah ini dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, menyusul data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menunjukkan bahwa perempuan dan generasi muda lebih rentan terhadap paparan doktrin radikalisme.

Berdasarkan laporan BNPT tahun 2023, indeks potensi radikalisme pada perempuan tercatat sebesar 11,9 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berada di angka 11,6 persen. Sementara itu, dari sisi generasi, Gen Z mencatat potensi tertinggi dengan angka 12,3 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan generasi milenial (11,6 persen) dan Gen X (11,2 persen).

“Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Generasi muda dan perempuan harus mendapat semacam ‘vaksin’ dari virus radikalisme, melalui pendidikan kebangsaan yang kuat dan berkelanjutan,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto, saat ditemui dalam kegiatan diskusi bersama pelajar SMA/SMK se-Surabaya di kantor Bakesbangpol Jatim, Jalan Putat Indah, Surabaya, baru-baru ini.

Sebagai bagian dari upaya preventif, Pemprov Jatim menggelar diskusi rutin mingguan dengan para pelajar. Program ini juga menjadi langkah awal menjadikan kantor Bakesbangpol sebagai Rumah Kebangsaan—sebuah pusat edukasi yang inklusif bagi generasi muda.

“Kami sekarang berbenah. Bagaimana nanti kantor Bakesbangpol ini menjadi tempat kunjungan, mulai dari anak-anak kecil, siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Mereka bisa menjadikannya tempat berdialog,” jelas Eddy.

Dalam upaya menjangkau generasi muda secara lebih efektif, Eddy juga merancang konsep diskusi yang santai dan kekinian. “Saya akan buat konsep cangkrukan, dengan properti seadanya dan suasana seperti kafe. Kita juga akan hadirkan pertunjukan musik akustik seperti yang biasa tampil di jalan-jalan, agar anak-anak muda merasa nyaman dan terwadahi,” ujarnya.

Tak hanya itu, program ini juga dirancang untuk menggandeng mantan narapidana teroris (napiter) yang telah berikrar setia pada NKRI, serta melibatkan organisasi masyarakat (ormas) sebagai mitra diskusi.

“Edukasi yang kami berikan tidak hanya terkait pencegahan radikalisme, tapi juga menyasar isu lain seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Harapannya, Jawa Timur bisa mencetak generasi muda yang berdaya saing dan mampu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tutur Eddy.

Program ini secara khusus menyasar pelajar SMA/SMK serta mahasiswa, dengan tujuan membangun kesadaran berbangsa, memperkuat nasionalisme, serta menumbuhkan optimisme generasi muda untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.

Leave a Comment

Related Post