Pemprov Jatim Gandeng AOCE Mesir, Lawan Radikalisme Lewat Pendidikan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

06/07/2025

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi beasiswa LPDP Pascasarjana ke King’s College London sekaligus memperkenalkan lembaga strategis Al-Azhar Observatory for Combating Extremism (AOCE) dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu malam (5/7). Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri berbagai tokoh akademik, diplomatik, dan pemangku kepentingan.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara Jawa Timur dan lembaga keislaman global. AOCE, lembaga di bawah naungan Universitas Al-Azhar Mesir, dikenal sebagai garda depan dalam memerangi ekstremisme, radikalisme, dan terorisme serta mempromosikan nilai-nilai Islam yang moderat dan damai.

Kolaborasi antara AOCE dan Indonesia menguat setelah kunjungan Gubernur Jawa Timur, Dr. (Hc.) Khofifah Indar Parawansa, ke Mesir beberapa waktu lalu. Dalam lawatannya, Khofifah memperkenalkan karakter Islam moderat khas Indonesia kepada para ulama Al-Azhar.

“Jawa Timur adalah rumah bagi ribuan pesantren yang telah mewariskan ajaran Islam tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang). Kolaborasi ini adalah langkah strategis agar Jatim bisa menjadi pusat penguatan moderasi beragama yang terkoneksi secara global,” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya simbolik, tetapi harus menjadi gerakan kolektif dalam menjaga warisan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. “Kami mengajak semua pihak, termasuk kalangan muda, akademisi, dan tokoh agama, untuk terlibat aktif dalam misi bersama ini,” tambahnya.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengantar acara menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya diplomasi narasi. “Narasi Islam moderat perlu terus diarusutamakan, tidak sebatas di ruang kelas atau ceramah, tapi melalui kerja konkret lintas sektor,” ujarnya.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, juga memberikan pandangannya terkait pentingnya kerja sama ini sebagai bagian dari ikhtiar akademik. “Kampus Islam harus menjadi episentrum peradaban. Al-Azhar memberikan legitimasi penting bagi penguatan Islam wasathiyah melalui kurikulum dan publikasi ilmiah,” ujarnya.

Prof. Muzakki menyebut bahwa UINSA telah membentuk Unit Moderasi Beragama Anti-Terorisme yang siap menjadi garda depan dalam menyuarakan nilai-nilai Islam moderat serta mencegah penyebaran paham ekstrem.

Sementara itu, Kepala Bidang Agama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim, Dr. Muhammad Fahmi, menyoroti pola penyebaran radikalisme yang semakin masif di ruang digital. “Radikalisme saat ini menyebar secara senyap, baik melalui media sosial maupun infiltrasi wacana. Karena itu, pendekatan kita harus menyentuh akar persoalan dengan memperkuat literasi keagamaan, dialog terbuka, dan partisipasi intelektual muda,” jelasnya.

FKPT Jatim menyambut baik inisiatif ini sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan aksi nyata dalam mencegah radikalisme dan terorisme.

Selain sesi diskusi, para rektor dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Timur juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti kolaborasi melalui riset bersama, seminar internasional, pertukaran akademik, serta produksi konten digital bertema moderasi beragama.

“Moderasi beragama tidak cukup sebagai slogan. Harus ada program konkret yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkap salah satu rektor peserta forum.

Acara ini turut dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, tim dari King’s College London, Direktur Pascasarjana UNISMA Prof. Mas’ud Said, para dekan FEBI dari UIN Surabaya, Tulungagung, Ponorogo, Jember, Madura, serta perwakilan dari UIN Malang. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pendidikan Jatim, Bakesbangpol Jatim, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Leave a Comment

Related Post