Pemimpin Gereja Palestina Sebut Komunitas Kristen Terancam Punah akibat Agresi Israel

Ahmad Fairozi, M.Hum.

22/04/2025

2
Min Read
Pemimpin Gereja Palestina Sebut Komunitas Kristen Terancam Punah akibat Agresi Israel Ahmad Fairozi BNPT

On This Post

Harakatuna.com. Betlehem – Seorang pemimpin gereja Palestina memperingatkan bahwa komunitas Kristen di Tepi Barat dan Jalur Gaza berada di ambang kepunahan, seiring agresi militer Israel yang terus meningkat.

Pendeta Munther Isaac dari Gereja Lutheran Injili di Betlehem menyebut Paskah kembali dirayakan dalam suasana duka. Ia mengatakan serangan Israel telah menciptakan kondisi yang disebutnya sebagai “genosida terhadap rakyat Gaza”. “Untuk tahun kedua berturut-turut, kami merayakan Paskah dalam bayang-bayang genosida,” kata Isaac, dikutip dari Anadolu, Selasa, 22 April 2025.

Menurutnya, komunitas Kristen Palestina hidup di bawah tekanan berat: blokade, kekerasan, dan pembatasan beribadah. Ia menyoroti larangan masuk ke Gereja Makam Kudus di Yerusalem serta pembatasan perizinan yang dianggapnya sebagai upaya sistematis mengikis eksistensi umat Kristen. “Kami ingin berziarah, tetapi dihadang perizinan dari pendudukan. Ini bentuk penindasan spiritual,” ujarnya.

Isaac juga mengungkapkan bahwa banyak rumah umat Kristen di Gaza telah hancur, sementara kondisi kemanusiaan memburuk drastis. “Tidak ada tempat aman di Gaza. Jika situasi ini terus berlangsung, generasi muda kami akan kehilangan masa depannya,” tegasnya.

Hingga kini, lebih dari 51.000 warga Palestina dilaporkan tewas sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Israel pun tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), serta surat perintah penangkapan dari ICC terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Leave a Comment

Related Post