Pelajar Gorontalo Gaungkan Pesan Damai Lewat Puisi dan Budaya

Ahmad Fairozi, M.Hum.

14/08/2025

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Gorontalo — Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo menggelar Gelar Budaya Nusantara dan Lomba Puisi tingkat SMP dan SMA bertajuk SUDARA (Suara Damai Nusantara), Selasa (12/8/2025). Acara ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan perdamaian, toleransi, dan cinta tanah air melalui seni budaya dan karya sastra.

Kegiatan dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Dra. Hj. Idah Syaidah Rusli Habibie, M.H., didahului sambutan dari Ketua FKPT Gorontalo, Dr. Funco Tanipu, ST., M.A., serta Direktur Pencegahan BNPT RI, Prof. Dr. Irfan Idris, MA.

Dalam sambutannya, Idah Syaidah menegaskan bahwa terorisme adalah ancaman yang dapat muncul di mana saja dan tidak memandang usia. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah salah satu upaya pencegahan terorisme melalui sastra dan budaya, melibatkan anak-anak bangsa untuk mencintai kearifan lokal, seni, dan budaya sebagai tameng dari pengaruh radikalisme,” ujarnya.

Ia juga mendorong para peserta untuk menumbuhkan semangat nasionalisme demi memperkokoh persatuan bangsa. Ketua FKPT Gorontalo, Dr. Funco Tanipu, menekankan pentingnya ruang kreatif bagi pelajar untuk menyuarakan pesan damai. “Puisi dan budaya adalah senjata tanpa kekerasan. Melalui kata-kata dan seni, kita membentuk generasi yang cinta damai, toleran, dan memiliki jiwa kebangsaan,” ungkapnya.

Senada, Direktur Pencegahan BNPT RI, Prof. Irfan Idris, menambahkan bahwa pencegahan terorisme tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. “Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata pencegahan yang efektif. Kita membangun kesadaran dan ketahanan melalui seni, budaya, dan literasi,” katanya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain AKBP Nugraha Chandra Lintang (Kasatgaswil Gorontalo Densus 88 AT Polri), Kolonel Ivans Romel (Wakil Kepala Badan Intelijen Daerah Gorontalo), Fitri Humokor (Kabid Kanwil Kemenag), perwakilan Polda dan Korem Gorontalo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta dewan juri yang terdiri dari Prof. Sayama Malabar (Guru Besar UNG), Neliana Puspita Sari, M.Psi. (Psikolog), dan Dr. I Wayan Sudana (FKUB).

Seleksi SUDARA 2025 dilaksanakan secara bertahap, menghasilkan 27 finalis: 15 peserta SMA dan 12 peserta SMP. Tingkat SMA diwakili MAN 1 Kota Gorontalo, SMA 1 Telaga, SMA 1 Limboto, SMA 3 Gorontalo Utara, dan SMK Gotong Royong Telaga. Tingkat SMP diwakili SMP Kristen Maesa, SMP 1 Lemito, SMP 5 Kota, SMP 7 Kota, SMP 6 Kota, dan SMP 12 Kota.

Pada kategori SMP lomba membaca puisi, Asila Usman (SMPN 6 Gorontalo) keluar sebagai juara pertama dengan pembacaan yang menyentuh hati. Rekan sekolahnya, Rahman Alfarisi Baridu, meraih juara kedua, sementara Putri Aisyarani Paputungan (SMPN 7 Gorontalo) menempati posisi ketiga.

Untuk kategori SMA lomba gelar budaya, Tiara Nur Utari Dai (SMAN 3 Gorontalo Utara) meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Moh. Abd. Virgiyawan Arnold (SMAN 1 Limboto), diikuti Wahyu Putra Kurniawan (SMAN 1 Limboto) di posisi ketiga.

Suasana meriah menyelimuti acara hingga penutupan. Ajang ini membuktikan bahwa melalui seni dan sastra, generasi muda mampu menyuarakan pesan damai yang tulus dan membangun.

Leave a Comment

Related Post