PBB: Seluruh Rumah Sakit di Gaza Utara Lumpuh, Bantuan Kemanusiaan Dihambat Israel

Ahmad Fairozi, M.Hum.

05/06/2025

2
Min Read
PBB: Seluruh Rumah Sakit di Gaza Utara Lumpuh, Bantuan Kemanusiaan Dihambat Israel

On This Post

Harakatuna.com. New York — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa seluruh rumah sakit di wilayah Gaza Utara kini sudah tidak lagi beroperasi akibat serangan militer yang terus dilancarkan oleh Israel. Sementara itu, upaya pengiriman bantuan kemanusiaan terus mengalami hambatan serius karena penolakan akses oleh pihak Israel.

“Rekan kami di lapangan melaporkan bahwa dalam tiga pekan terakhir, lebih dari 100.000 orang terpaksa mengungsi dari wilayah Gaza Utara dan wilayah lain di Gaza,” ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers di Markas Besar PBB, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (5/6).

Menurut Dujarric, sistem layanan kesehatan di Gaza kini berada di ambang kehancuran total. Mitra kesehatan PBB melaporkan bahwa semakin banyak fasilitas medis yang tidak dapat melanjutkan operasionalnya setiap hari akibat serangan dan kurangnya pasokan esensial.

“Pada hari Senin, staf medis dan pasien terakhir di Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara telah dievakuasi. Kini tidak ada satu pun rumah sakit yang masih berfungsi di wilayah tersebut,” ungkap Dujarric.

Di sisi lain, PBB menghadapi berbagai tantangan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan. Meski upaya pengiriman terus dilakukan, hasilnya sangat terbatas. Pada Kamis, misalnya, PBB mengajukan izin untuk mengirimkan lebih dari 130 truk bantuan yang sebelumnya telah disetujui Israel untuk pemeriksaan akhir, namun hanya 50 truk yang diizinkan masuk—itu pun hanya membawa tepung.

“Selain itu, satu pengiriman ditolak sepenuhnya, dan pengiriman lainnya hanya berhasil mengangkut sekitar selusin truk. Sejak perlintasan kembali dibuka, total truk bantuan yang berhasil masuk masih di bawah angka 400,” tambahnya.

Tim kemanusiaan PBB di Gaza juga menghadapi setidaknya enam penolakan akses tambahan, termasuk untuk distribusi air bersih dan pengambilan bahan bakar yang sangat dibutuhkan. Situasi ini memperparah krisis logistik yang sudah genting.

Dujarric menegaskan, menurut laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), bahan bakar yang saat ini berada di dalam Gaza pun tak bisa dimanfaatkan karena terjebak di zona militer. Tanpa akses segera terhadap pasokan tersebut, lebih banyak layanan vital—termasuk air bersih, transportasi medis, dan listrik—terancam lumpuh total.

Leave a Comment

Related Post