Pasukan Pemerintah Somalia Gagalkan Serangan Kelompok al‑Shabab

Ahmad Fairozi, M.Hum.

06/10/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Mogadishu – Pasukan keamanan Somalia berhasil menggagalkan serangan besar yang dilancarkan oleh kelompok militan al‑Shabab pada hari Sabtu (4/10) dini hari di Penjara Godka Jilacow, yang terletak tidak jauh dari kompleks istana presiden di pusat kota Mogadishu.

Serangan yang berlangsung selama enam jam tersebut dimulai pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat dan melibatkan tujuh militan bersenjata lengkap. Seluruh penyerang akhirnya tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan, tanpa korban jiwa di pihak sipil maupun petugas penjara.

“Pasukan keamanan kita menunjukkan keberanian dan profesionalisme luar biasa dalam menghadapi ancaman besar ini,” ujar Brigadir Jenderal Abdullahi Ali Anod, juru bicara militer Somalia. “Penjara dan seluruh tahanan berhasil diamankan, termasuk narapidana berisiko tinggi yang menjadi target pembebasan oleh para militan,” sambungnya.

Kelompok al‑Shabab, yang diketahui berafiliasi dengan jaringan teroris internasional Al Qaeda, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui saluran komunikasi mereka. Dalam pernyataannya, mereka menyatakan tujuan utama serangan adalah untuk membebaskan anggota mereka yang ditahan di fasilitas tersebut.

Menurut laporan awal dari aparat keamanan, para penyerang mengenakan seragam militer palsu dan berusaha menyusup ke dalam area penjara melalui gerbang utama sebelum akhirnya memicu kontak senjata hebat.

“Ini bukan sekadar upaya pembebasan tahanan—ini adalah pesan simbolik bahwa mereka masih berani menyerang jantung ibukota,” kata Dr. Ahmed Warsame, analis keamanan regional di Mogadishu Center for Strategic Studies. “Namun, kegagalan serangan ini juga menunjukkan bahwa kemampuan taktis mereka mulai melemah di tengah tekanan operasi gabungan dari pemerintah Somalia dan mitra internasional,” sambungnya.

Penjara Godka Jilacow dikenal sebagai salah satu fasilitas dengan tingkat keamanan tertinggi di Somalia dan menampung narapidana dari kelompok ekstremis, termasuk para pelaku serangan bom dan konspirasi terhadap pejabat tinggi negara.

Serangan ini menjadi pengingat bahwa meskipun Somalia terus mengalami kemajuan dalam sektor keamanan, ancaman dari kelompok teroris bersenjata masih nyata dan membutuhkan kewaspadaan serta dukungan internasional berkelanjutan.

“Pemerintah Somalia tetap berkomitmen untuk memerangi terorisme dalam segala bentuknya dan akan terus meningkatkan kapasitas pasukan keamanan untuk melindungi warga negara kami,” tutup Brigjen Abdullahi Ali Anod.

Leave a Comment

Related Post