Pasukan Israel Rampas Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Warga Palestina di Lembah Yordan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

30/04/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Lembah Yordan Ketegangan di wilayah pendudukan Palestina kembali meningkat menyusul aksi terbaru pasukan pendudukan Israel yang dilaporkan merampas unit fasilitas kesehatan serta sebuah kendaraan milik warga Palestina di kawasan Ein al-Hilweh, Lembah Yordan bagian utara.

Insiden ini terjadi pada awal pekan dan telah memicu kecaman dari warga setempat serta aktivis hak asasi manusia. Kepala Dewan Desa al-Maleh, Mahdi Daraghmeh, dalam pernyataannya kepada kantor berita resmi Palestina WAFA, menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak-hak dasar warga sipil.

“Pasukan Israel merampas unit layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh warga kami, serta menyita kendaraan milik salah satu warga, Jamal Turki Saleh Fuqaha,” ungkap Daraghmeh. Ia menambahkan, “Tindakan ini bukan sekadar perampasan properti. Ini adalah serangan langsung terhadap hak dasar warga Palestina untuk hidup sehat dan bergerak bebas di tanah mereka sendiri.”

Menurut laporan WAFA, Ein al-Hilweh dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu titik panas konflik di Lembah Yordan. Kawasan ini terus mengalami eskalasi serangan, baik dari pemukim ilegal Yahudi maupun pasukan Israel yang memberi dukungan penuh kepada mereka.

Serangan yang terjadi tidak hanya menargetkan rumah-rumah warga, tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, sumur air, dan pusat-pusat layanan kesehatan. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi, yang dinilai sebagai bagian dari strategi pengosongan wilayah dari penduduk Palestina.

Organisasi hak asasi manusia internasional dan lembaga kemanusiaan telah berulang kali memperingatkan bahwa praktik semacam ini melanggar hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa Keempat yang menjamin perlindungan bagi penduduk sipil di wilayah pendudukan.

Namun demikian, tekanan dari komunitas internasional sejauh ini dinilai belum cukup untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran tersebut. Lembah Yordan tetap menjadi sasaran utama ekspansi pemukiman ilegal Israel karena letaknya yang strategis secara militer dan geografis.

“Warga kami kini kehilangan akses terhadap layanan kesehatan dan mobilitas yang layak. Ini bukan hanya soal fasilitas, ini soal kelangsungan hidup,” ujar Daraghmeh dengan nada prihatin.

Sejumlah keluarga di Ein al-Hilweh kini harus menghadapi kondisi kehidupan yang semakin memburuk. Para aktivis lokal dan kelompok solidaritas Palestina menyerukan dukungan global agar menekan Israel untuk menghentikan tindakan represif di wilayah pendudukan.

Leave a Comment

Related Post