Harakatuna.com. Tel Aviv – Angkatan Laut Israel berkeliaran di Laut Merah secara eksponensial untuk mengawasi gerak-gerik militer Iran.
Seorang komandan Angkatan Laut rezim Zionis mengatakan peningkatan kehadiran itu sebagai upaya menghadapi ancaman Teheran yang semakin meningkat terhadap kapal-kapal kargo Israel.
Wakil Laksamana Eli Sharvit—yang baru saja pensiun dari Angkatan Laut—berhenti mengonfirmasi serangkaian serangan dan kecelakaan pada kapal-kapal militer Iran yang dikaitkan dengan militer Zionis.
Namun dia menggambarkan aktivitas Teheran di laut lepas sebagai perhatian utama Israel dan mengatakan Angkatan Laut-nya dapat menyerang di mana pun diperlukan untuk melindungi kepentingan ekonomi dan keamanan negara Yahudi.
“Negara Israel akan melindungi kebebasan navigasinya di seluruh dunia,” kata Sharvit kepada The Associated Press, beberapa hari setelah menyelesaikan masa jabatannya selama lima tahun.
“Itu tidak terkait dengan jarak dari negara,” katanya lagi, yang dilansir Jumat (17/9/2021).
Sharvit adalah orang yang sibuk selama masa jabatannya—mengawasi pasukan kecil tapi lengkap, yang bertanggung jawab untuk menjaga pantai Mediterania Israel serta Laut Merah, pintu gerbang penting untuk impor dari Asia.
Meski memiliki keunggulan luar biasa atas musuh-musuhnya di kawasan itu, Angkatan Laut Israel tetap menghadapi berbagai ancaman. Ancaman itu termasuk dari kelompok militan Hizbullah Lebanon, yang memiliki gudang peluru kendali darat-ke-laut, dan kelompok militan Hamas di Gaza, yang telah mengembangkan pasukan kecil komando Angkatan Laut, serta tantangan yang ditimbulkan oleh aktivitas militer Iran di seluruh wilayah.
Salah satu tanggung jawab Angkatan Laut Zionis yang paling penting adalah melindungi platform gas alam Israel di Laut Mediterania, yang sekarang menyediakan sekitar 75% untuk kebutuhan listrik negara itu.
Di utara, Hizbullah tidak merahasiakan niatnya untuk menargetkan platform tersebut jika perang pecah. Kelompok militan yang didukung militer Iran itu berhasil menyerang sebuah kapal Angkatan Laut Israel selama perang 2006, menewaskan empat tentara, dan diyakini telah meningkatkan persediaan rudalnya sejak saat itu.
Israel menuduh Iran terus mencoba menyelundupkan senjata canggih untuk Hizbullah.
Sharvit menegaskan bahwa Israel telah mencegat banyak pengiriman senjata ke Hizbullah. “Kami sangat waspada terhadap pengiriman senjata lintas laut, dan setiap kali pengiriman adalah salah satu senjata, dan bukan sesuatu yang lain, kami bertindak,” katanya.
Namun, dengan ekonomi Lebanon yang berantakan, dia mengatakan Israel “tidak tertarik” untuk menghentikan pengiriman bahan bakar yang dimaksudkan untuk penggunaan sipil.
Di sepanjang sisi selatan Israel, Sharvit mengatakan Hamas memiliki unit komando Angkatan Laut yang kecil namun tangguh.
Pasukan “manusia katak” Hamas berhasil menyusup ke pantai Israel selama perang 2014 sebelum mereka terbunuh. Sejak itu, kata Sharvit, unit tersebut telah dilengkapi dengan peralatan canggih yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan di bawah air hingga ke garis pantai Israel dan membuatnya lebih sulit untuk dideteksi.
Selama perang baru-baru ini di bulan Mei, Israel mengatakan telah menggagalkan upaya Hamas untuk meluncurkan drone bawah air seperti torpedo ke sasaran Israel.








Leave a Comment