Palang Merah: Situasi Kemanusiaan di Gaza di Ambang Kehancuran, Desak Gencatan Senjata Segera

Ahmad Fairozi, M.Hum.

04/05/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Gaza – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengeluarkan peringatan keras mengenai situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang disebutnya berada di ambang keruntuhan total. Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (2/5/2025), ICRC menekankan bahwa warga Palestina kini “berjuang setiap hari hanya untuk bertahan hidup” di tengah blokade bantuan yang terus diberlakukan oleh Israel.

“Tanpa dibukanya kembali jalur bantuan, kami tidak memiliki akses ke makanan, obat-obatan, dan perlengkapan penyelamat yang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan program-program kemanusiaan kami di Gaza,” ungkap ICRC dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilaporkan oleh Quds News Network (QNN).

Sejak 2 Maret 2025, Israel telah menutup semua penyeberangan utama ke Gaza, menghentikan distribusi bahan pangan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan lainnya. Penutupan ini telah memperburuk kondisi kehidupan warga sipil secara drastis dan menciptakan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

ICRC mendesak pemerintah Israel untuk segera mengizinkan pengiriman bantuan dan memulihkan akses kemanusiaan. “Operasi kami, terutama distribusi makanan, hanya dapat bertahan beberapa pekan lagi jika situasi tidak berubah,” tegas Palang Merah.

Sementara itu, berbagai organisasi hak asasi manusia menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai alat perang terhadap warga sipil Palestina. Tuduhan ini muncul seiring laporan-laporan yang menyebutkan memburuknya kondisi gizi dan meningkatnya angka kematian akibat kelaparan, terutama di kalangan anak-anak dan perempuan.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut bahwa sejak Israel melanjutkan operasi militernya pada 18 Maret 2025—setelah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani Januari lalu—lebih dari 2.200 warga Palestina tewas dan lebih dari 5.700 lainnya terluka. Mayoritas korban disebut merupakan anak-anak dan perempuan.

Dengan memburuknya kondisi di lapangan, komunitas internasional terus didesak untuk mengambil langkah konkret dalam menekan Israel agar menghentikan blokade dan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan. Palang Merah menegaskan bahwa hanya melalui gencatan senjata dan pembukaan koridor kemanusiaan yang aman, krisis ini dapat diredam.

Leave a Comment

Related Post