Paham Radikalisme Bahaya Besar Bagi Keutuhan Bangsa

Harakatuna

21/10/2021

2
Min Read
Paham Radikalisme Bahaya Besar Bagi Keutuhan Bangsa

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid menilai bahwa paham radikalisme, intoleran dan ekstremis sebenarnya adalah momok besar bagi keutuhan dan kondusifitas bangsa Indonesia.

Bahkan ia menyebut paham semacam itu adalah monster karena bisa berujung pada perilaku teror.

Apalagi kata Habib Syakur, orang-orang yang memiliki pemahaman dan perilaku semacam itu lebih memilih berseberangan dengan negara.

Terlebih mereka tidak ingin hidup berbarengan dengan orang-orang yang memiliki perbedaan baik dari sisi agama maupun syariat, sekaligus menganggap pemahaman beragama mereka yang lebih benar dan yang berbeda dianggap salah sehingga perlu diperangi.

“Dalam satu masa, paham ini muncul dan terkesan untuk memusuhi, untuk hindari makna persatuan, menghilangkan makna berbangsa dan bernegara di negeri kita tercinta,” ujarnya.

Tokoh agama dari MalangJawa Timur ini menegaskan bahwa konsep pemikiran kelompok intoleran dan radikalisme salah jika melihat yang berbeda adalah salah dan perlu diperangi.

Karena pada dasarnya, setiap manusia kodaratnya adalah suci dan memiliki tujuan yang sama dalam menuju Tuhannya.

“Harus kita akui, kita terlahir dari keadaan suci, hanya beda saja jalan menuju Tuhan, semua memaknai keberadaan Tuhan. Tuhan bukan hantu tapi zat yang memberikan rahmat, kasih, penyayang bagi kita. Tapi kelompok radikal itu tidak sadar bahwa mereka terlahir dalam keadaan suci itu,” jelasnya.

Leave a Comment

Related Post