Harakatuna.com. Tel Aviv – Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert menyebut, serangan yang dilakukan Israel ke Gaza tidak akan membawa kemenangan apa pun. Olmert menegaskan kerugian Zionis akan terus bertambah jika perang terus berjalan dan tidak ada jaminan kemenangan.
Menurutnya dalam berbagai tragedi penyerangan terhadap Palestina semasa ia masih menjabat hanya sia-sia. Mestinya Netanyahu mengambil pelajaran dari peristiwa perang yang telah berlalu daripada mengorbankan pasukannya dalam kesia-siaan.
Hal ini dikatakan Olmert dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Israel, KAN pada Sabtu (25/5) kemarin, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Olmert menekankan, perang yang “mengulur-ulur waktu” di Gaza harus dihentikan untuk memberi jalan bagi kembalinya para sandera. Kini negaranya mengalami krisis SDM untuk kemajuan di internal mereka.
“Pertempuran di Gaza tidak melayani kepentingan apa pun bagi Israel, melainkan melayani Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan beberapa anggota dalam pemerintahannya,” kata Olmert.
Akibat agresi Israel, lebih dari 35.800 warga Palestina telah terbunuh, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu pasukan Palestina terutama Hamas masih siaga tanpa kendor.
Selain itu, kehancuran sebagian besar wilayah Gaza menyebabkan kondisi seperti kelaparan dan kurangnya fasilitas kesehatan. Dampak sosial dan dampak kemanusiaan jauh lebih besar memberi penyiksaan kepada warga daripada kemenangan yang diharapkan Zionis.








Leave a Comment