Harakatuna.com. Yerusalem – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa tujuan utama negaranya dalam perang melawan Hamas adalah kemenangan militer, bukan pembebasan para sandera yang ditahan di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut menuai kecaman keras dari keluarga para sandera.
Pernyataan ini disampaikan Netanyahu pada Kamis (2/5), bertepatan dengan peringatan “Hari Kemerdekaan” Israel, saat menghadiri Kontes Alkitab tahunan di Yerusalem yang diduduki. “Kami memiliki banyak tujuan dalam perang ini. Kami ingin membawa semua sandera kami pulang. Itu adalah tujuan yang sangat penting,” ujar Netanyahu, seperti dikutip dari The Times of Israel.
Namun, ia menambahkan, “Ada tujuan yang lebih tinggi. Tujuan tertinggi adalah kemenangan atas musuh-musuh kita, dan ini akan kita capai.” Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari Forum Sandera dan Keluarga Orang Hilang, organisasi yang mewakili keluarga warga Israel yang ditahan Hamas. Dalam pernyataannya, forum itu menyatakan bahwa komentar Netanyahu meremehkan penderitaan para sandera dan keluarganya.
“Perdana Menteri, mengembalikan para sandera bukanlah ‘kurang penting’. Itu adalah tujuan tertinggi yang seharusnya membimbing pemerintah Israel,” ujar perwakilan forum tersebut.
Mereka juga menyatakan keprihatinan bahwa Netanyahu tampaknya mulai sejalan dengan pandangan Menteri Keuangan sayap kanan, Bezalel Smotrich, yang sebelumnya juga menyatakan bahwa pembebasan sandera bukan prioritas utama dalam perang ini.
“Komentar seperti itu bertentangan dengan keinginan mayoritas publik Israel, yang menganggap pemulangan para sandera sebagai prioritas utama,” tambah mereka.
Sementara itu, media lokal Israel melaporkan bahwa Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan pejabat senior pertahanan pada Jumat siang untuk melakukan penilaian situasi terbaru di Gaza. Radio Angkatan Darat Israel menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Netanyahu diperkirakan akan menyetujui rencana ekspansi operasi militer yang telah disiapkan oleh Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Militer Israel.
Situasi ini semakin memperdalam ketegangan di dalam negeri, seiring meningkatnya tekanan dari keluarga sandera dan sebagian masyarakat yang mendesak pemerintah untuk lebih memprioritaskan keselamatan warga sipil yang masih ditahan di Gaza.








Leave a Comment