Harakatuna.com. Brussel– Sejumlah negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut di Selat Hormuz. Mereka menegaskan tidak akan terlibat secara militer dalam konflik yang kian meningkat dengan Iran. Sikap tersebut mengemuka usai pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussel. Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, menyatakan bahwa negara-negara anggota tidak memiliki keinginan untuk terlibat dalam aksi militer terhadap Iran.
“Tidak ada yang ingin terlibat aktif dalam perang ini,” ujar Kallas, Selasa (17/3/2026). Ia menegaskan bahwa Eropa tidak memiliki kepentingan dalam konflik berkepanjangan dan lebih mengedepankan stabilitas kawasan.
Menurutnya, Uni Eropa tetap fokus pada penguatan keamanan maritim, namun tidak ada dorongan kuat dari negara anggota untuk memperluas misi yang sudah ada, seperti Operasi Aspides di Laut Merah, apalagi memperluasnya hingga ke Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, turut menegaskan bahwa misi angkatan laut Uni Eropa saat ini difokuskan pada pengawalan kapal dagang dan operasi anti-pembajakan, bukan untuk intervensi militer di kawasan Teluk. “Kami bersedia memperkuat misi ini, tetapi saya tidak berpikir dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz,” kata Tajani.
Sementara itu, Kanselir Jerman, Friedrich Merz, secara tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan mengirimkan pasukan ke kawasan Teluk. Ia menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur politik.
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menambahkan bahwa setiap pengerahan pasukan di luar wilayah NATO memerlukan dasar hukum yang kuat serta persetujuan parlemen. “Ini bukan perang kita; kita tidak memulainya. Kita menginginkan solusi diplomatik dan akhir yang cepat dari konflik ini,” ujarnya.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga menolak tekanan dari Washington untuk bergabung dalam upaya militer di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Inggris tidak akan terlibat dalam konflik yang lebih luas tanpa mandat hukum yang jelas.
Selain itu, negara seperti Polandia dan Belgia turut menegaskan komitmen mereka pada pendekatan diplomasi dan stabilitas regional, serta menolak permintaan Amerika Serikat untuk mengerahkan aset angkatan laut.
Secara keseluruhan, negara-negara Eropa sepakat bahwa upaya menjaga kebebasan navigasi tetap penting, namun harus diimbangi dengan langkah diplomatik guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.









Leave a Comment