MUI Kotawaringin Timur Ajak Masyarakat Waspadai Radikalisme dan Ancaman Perpecahan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/05/2025

2
Min Read
MUI Kotawaringin Timur Ajak Masyarakat Waspadai Radikalisme dan Ancaman Perpecahan

On This Post

Harakatuna.com. Sampit – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotawaringin Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paham-paham yang berpotensi mengancam persatuan dan keutuhan bangsa. Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran akan penyebaran ideologi radikal, aksi terorisme, sikap intoleransi, serta aliran sesat yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan beragama.

Ketua MUI Kotim, H. Amrullah Hadi, melalui Sekretaris Umum H. Mudlofar, menegaskan bahwa ideologi radikal dan aksi teror tidak sejalan dengan ajaran agama mana pun, khususnya Islam, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian, kasih sayang, dan toleransi.

“Paham-paham itu sudah sangat meresahkan dan mengancam kehidupan beragama dan bernegara. MUI Kotim mengajak seluruh masyarakat Kotawaringin Timur untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar dari pengaruh negatif yang dapat memecah belah persatuan,” ujar Mudlofar dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga, tokoh agama, dan lembaga pendidikan dalam memberikan pemahaman agama yang benar dan seimbang. Pendidikan nilai-nilai keislaman yang moderat, katanya, menjadi benteng utama dalam mencegah infiltrasi paham ekstrem di tengah masyarakat.

“Masyarakat juga perlu berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang menyimpang dari ajaran agama dan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.

MUI Kotim, lanjut Mudlofar, terus berkomitmen untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, aparat penegak hukum, serta lembaga keagamaan lainnya dalam melakukan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menanggulangi penyebaran paham ekstremisme yang semakin kompleks.

“Dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama, kita berharap Kabupaten Kotawaringin Timur tetap menjadi wilayah yang damai, aman, dan terhindar dari pengaruh destruktif yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Mudlofar.

Leave a Comment

Related Post