Muhammadiyah Terima Kunjungan Perwakilan Dubes AS, Bahas Harmoni Sosial dan Isu Global

Ahmad Fairozi, M.Hum.

28/08/2025

2
Min Read

Harakatuna.com. Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan dari Perwakilan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond, di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada Rabu (28/8). Pertemuan ini menjadi momen strategis dalam mempererat hubungan antarbangsa dan memperkenalkan perspektif Muhammadiyah terhadap sejumlah isu nasional maupun global.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan penting bagi Amerika Serikat untuk lebih memahami sikap dan pandangan Muhammadiyah terkait harmoni sosial, keagamaan, serta isu-isu strategis internasional.

“Intinya, mereka ingin mengetahui pandangan Muhammadiyah tentang berbagai isu, terutama harmoni sosial-keagamaan, radikalisme, dan juga pandangan kami terkait isu-isu internasional, termasuk soal Palestina,” ungkap Sayuti.

Sayuti menjelaskan bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam pertemuan tersebut menyoroti pentingnya peran organisasi masyarakat dalam merespons konflik berkepanjangan. Menurut Haedar, radikalisme sering kali tumbuh dari ketidakadilan dan konflik yang terus berlarut, sehingga diperlukan pendekatan yang menyentuh akar masalah dan melibatkan berbagai pihak dalam solusi damai.

“Pak Haedar menyampaikan bahwa radikalisme bisa muncul akibat konflik yang tidak kunjung selesai. Oleh karena itu, Muhammadiyah ingin menjadi bagian dari solusi. Ini juga menjadi pelajaran bagi kami bahwa membangun diplomasi Muhammadiyah, apalagi dengan negara besar seperti Amerika, memerlukan keterampilan dan pendekatan yang baik,” jelas Sayuti.

AS Apresiasi Peran Muhammadiyah dalam Membangun Kerukunan dan Layanan Sosial

Menanggapi pernyataan tersebut, Peter M. Haymond menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan dan membangun masyarakat yang harmonis. Ia menilai model harmoni sosial yang diterapkan Muhammadiyah di Indonesia dapat menjadi contoh yang relevan bagi negara-negara lain.

“Kami ingin belajar dari Muhammadiyah – tentang bagaimana mereka menjalankan layanan pendidikan dan kesehatan, serta bagaimana mereka sukses membangun kerukunan sosial bersama pemerintah dan berbagai pihak lainnya,” ujar Haymond.

Di akhir pertemuan, Haedar Nashir juga mengundang pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk mengunjungi kampus-kampus Muhammadiyah yang berada di wilayah minoritas Muslim. Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya berbicara soal harmoni dan moderasi, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata.

Peter Haymond menyambut positif ajakan tersebut dan menyatakan keterbukaannya terhadap peluang kerja sama di masa depan. “Saya yakin akan ada ruang untuk kerja sama. Kami berdiskusi tentang kemungkinan program pertukaran, kunjungan, dan kolaborasi lain. Kami sangat mengapresiasi usaha Muhammadiyah dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera,” pungkasnya.

Leave a Comment

Related Post