Harakatuna.com – Indonesia bersiap menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada 20 Oktober 2024 ini. Menurut banyak pihak, pergantian kepemimpinan ini berlangsung secara kondusif dan penuh persahabatan dari pemerintahan sebelumnya ke pemerintahan baru Prabowo.
Melihat transisi baik ini, sepertinya politik Indonesia sedang berada dalam kondisi yang kondusif. Ini juga diakui oleh Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani. Dia menegaskan, bahwa situasi transisi pemerintahan menjelang pergantian Presiden dan Wakil Presiden sangat bagus dan kondisi masyarakat sangat bagus, tegasnya.
Sejak seminggu ini, Muzani juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang dalam proses menggodok atau menvalidasi tamu yang kira-kira akan mengikuti pelantikan. Menurut dia, sejumlah tamu-tamu penting yaitu pemimpin negara ASEAN dipastikan hadir. Pelantikan pemerintahan baru diharapkan menjadi ajang penting bagi Indonesia dan dunia internasional.
Di momen yang sama, pihak-pihak analis melihat bahwa transisi kepemimpinan yang berjalan baik dan tertib akan memberikan kepastian politik untuk masa depan Indonesia. Pemerintahan Prabowo mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, dan menyelesaikan masalah-masalah serius di Indonesia.
Seperti diketahui, bahwa setiap pemertintah baru akan diikuti oleh rombongan pembantu yakni para menteri. Para menteri inilah yang kemudian mendukung dan menjalankan semua program pemerintahan baru ini. Maka itulah harapan besar Presiden Prabowo bisa menentukan sosok yang tepat dalam menduduki sebagai menteri. Apalagi jumlah menteri berubah signifikan mulai dari 34 kursi menjadi 44 menteri.
Tugas dan dampak menteri bukan terlihat dari kuantitasnya. Tetapi fungsi kementerian bisa dirasakan oleh setiap pos kementerian yang selaras dengan visi-misi untuk membenahi kekurangan dan masalah akut yang terjadi di masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, harapan besar pada pemerintahan Prabowo setiap sosok menteri yang dipilih adalah benar-benar sosok yang paham akan jabatan dan tugasnya. Sebab jika benar nantinya 44 menteri, angka ini bukan sekadar gemuk, angka ini jika tidak benar-benar berfungsi melayani ratusan juta masyarakat Indonesia dengan baik, hanyalah sekadar terlihat membagi-bagi jabatan kepada orang yang terlibat memenangkannya.
Hari ini masalah Indonesia sudah menanti Prabowo. Kemiskinan yang makin akut. BBM dan harga sembako yang melambung tinggi, PHK massal terjadi di mana-mana, dan ketidakpastian hukum menjadi momok yang menyeramkan di Indonesia.
Jika boleh menambahkan, masalah Indonesia yang sudah menjadi kangker stadium terakhir adalah budaya korupsi. Penindakan dan penanganan korupsi tidak pernah tuntas. Tebang pilih. Kerusakan lingkungan meningkat, kondisi keamanan seperti data bocor atau kena hecker masih sering terjadi di tempat-tempat penting dan dalam skala yang lebih luas. Dan tentu saja masalah akut tentang masalah radikalisme dan terorisme yang hampir saat ini masih terus bergolak di akar rumput.
Dalam trem terakhir ini, menjadi PR besar bagi pemerintahan Prabowo. Di masa Jokowi, gejala terorisme lumayan landai, meski rekrutmen teroris terus terjadi. Menjadi point penting apabila nanti pemerintahan Prabowo bisa menindaklanjuti penanganan terorisme sampai hilang ke akarnya.
Sebab jangankan menunggu Prabowo dilantik. Pada tahap transisi pemerintahan seperti ini saja, kelompok radikal masih mencoba mengganggu dengan membuat narasi-narasi tidak “senonoh” tentang Indonesia.
Dalam edisi editorial kali ini melihat bahwa kelompok radikal tidak akan pernah berhenti untuk mengganggu Indonesia. Karena itu besar harapan, pemerintahan baru ini menjamin menindak tegas kelompok radikal, serta menjamin kedamaian antar umat beragama di Indonesia.
Sehingga, apa yang dicita-citakan oleh penulis harakatuna selama ini tercapai, yakni Pancasila terus berkibar, Bhinneka Tunggal Ika tak terluka, dan radikalisme dan terorisme menghilang dari Indonesia. Dan tentu saja Prabowo sudah melihat ini dengan program gang matang untuk pemerintahan yang maju mengglobal bebas polusi terorisme. Semoga peralihan pemerintahan baru, Prabowo-Gibran berdampak baik bagi pemberantasan paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.








Leave a Comment