Harakatuna.com – Menulis itu tampaknya gampang dan sederhana seperti saat mencuci piring. Tinggal mengambil spons yang sudah berbusa, usapkan pada piring, bilas dengan air, dan selesai. Namun, coba kamu mencuci saat tangan kamu lagi sakit. Pasti akan ada tantangan yang kamu hadapi, seperti piring kurang bersih, piring jatuh hingga berujung pecah, dan waktu yang kamu perlukan untuk mencuci piring tambah banyak.
Sama juga dengan menulis. Tampaknya hanya duduk, mengetik ditemani secangkir kopi, dan selesai. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak penulis yang memiliki masalah dalam keterampilan menulis sehingga tulisan tidak selesai atau membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan tulisannya
Oleh karena itu, kamu butuh arahan supaya tulisanmu selesai dan proses penulisanmu tidak memerlukan waktu lama.
Apa Itu Keterampilan Menulis?
Keterampilan menulis merupakan kemampuan untuk menyampaikan ide, pikiran, dan gagasan melalui sebuah tulisan. Tulisan itulah yang akan mencerminkan kualitas suatu ide, pikiran, dan gagasan seorang penulis.
Masalah Keterampilan Menulis
Masalah keterampilan menulis dapat menghambat penulis untuk menuntaskan suatu tulisannya. Bisa saja selesai, tetapi hanya tersimpan tanpa berani mempublikasikan karena merasa belum terampil dalam menulis. Berikut ini beberapa masalah yang dihadapi penulis:
1. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca yang Tidak Tepat
Di dunia ini, memang tidak ada penulis yang sempurna, tetapi yang ada hanya penulis yang sudah menyelesaikan karyanya. Seorang penulis memiliki kemampuan yang berbeda untuk menggunakan ejaan dan tanda baca yang tepat terhadap suatu tulisan dan itu sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.
Contohnya penggunaan ejaan dan tanda baca yang tidak tepat, seperti menggunakan tanda baca koma sebelum kata karena, menggunakan huruf kapital pada konjungsi, dan penggunaan preposisi untuk keterangan tempat yang salah serta lain sebagainya.
2. Struktur Kalimat yang Tidak Tepat
Tidak adanya komponen inti unsur-unsur kalimat, yakni subjek dan predikat. Jika kedua ini tidak ada, susah untuk menentukan inti suatu tulisan. Lalu, kalimat yang terlalu panjang sehingga keluar dari pembahasan utama tulisan. Selain itu, ada tulisan yang sangat singkat sehingga pembahasan yang dibahas tidak rinci dan tanggung.
3. Paragraf Tidak Memiliki Koherensi
Dalam suatu tulisan, sering terjadi suatu paragraf dengan paragraf lainnya tidak koheren atau tidak memiliki hubungan logis. Hal itulah yang dapat menimbulkan salah tafsir, sulit dipahami, dan memiliki pembahasan yang berbeda. Tidak satu pembahasan.
4. Penggunaan Kata yang Tidak Tepat
Dalam bahasa Indonesia, ada dua penggunaan kata, yakni penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Pada umunya suatu tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang benar (sesuai dengan kaidah kebahasaan seperti KBBI). Penulis sering melupakan bahwa tulisan yang benar itu sesuai dengan panduan, seperti KBBI dan EYD. Alhasil jika tidak menggunakan bahasa Indonesia yang benar, kata-kata dalam tulisan ada yang tidak baku dan tidak sesuai dengan konteks tulisan.
5. Kurang Percaya Diri
Tidak percaya diri untuk mempublikasikan tulisan. Kamu tidak akan tahu tulisanmu disukai atau tidak jika tidak pernah mempublikasikan kepada khalayak. Lalu, kemampuan menulismu akan tetap pada itu-itu saja. Tidak ada kemajuan.
Cara Mengatasi Masalah Keterampilan Menulis
Ada empat cara yang dapat digunakan supaya keluar dari masalah menulis dan supaya lebih terampil dalam menulis. Cara-caranya di bawah ini:
1. Rajin Membaca
Menulis dan membaca itu dua hal yang saling berkaitan. Bacalah EYD, KBBI, dan artikel-artikel yang membahas seputar kepenulisan. Jika kamu sering melakukan hal tersebut, pengetahuan kamu pasti akan meningkat sehingga tulisanmu lebih baik.
2. Gunakan Tanda Titik supaya Tulisan Tidak Terlalu Panjang
Tulisan yang terlalu panjang dapat mengakibatkan kelebihan kata sehingga bosan untuk membaca. Cara yang dapat mengatasi ini adalah dengan menggunakan tanda baca titik. Karena tanda baca titik ini, dapat mempersingkat atau menyederhanakan kalimat supaya tidak bertele-tele.
3. Gunakan Tools
Di era sekarang ini, tools sangat berguna atau sangat membantu, seperti merapikan tulisan, mempercepat proses menulis, dan mengembangkan ide serta manfaat lainnya. Tools yang dapat kamu gunakan, seperti ejaan.id, typoonline, chatGPT, dan kunci tts serta tesaurus Indonesia.
4. Kolaborasi
Kolaborasi atau kerja sama dengan penulis lain supaya kamu tahu kemampuan masing-masing dan kamu termotivasi untuk menjadi lebih baik. Selain itu, saat kolaborasi, kekurangan kamu dapat segera kamu ubah dengan cara mengetahui kelebihan orang lain yang tidak kamu punya.
5. Praktikkan
Setelah menyelesaikan empat tahapan di atas, praktikkanlah pada tulisanmu supaya kamu semakin paham dan pengetahuanmu dapat kamu bagian kepada pembaca melalui suatu tulisan. Selain itu, percayalah bahwa mempraktikkan apa yang sudah kamu pelajari atau pahami akan memberikan dampak yang paling terasa kepadamu.
Keterampilan menulis sangat penting dipelajari seorang penulis supaya kualitas tulisan semakin baik dan pembaca merasakan wawasan yang sangat berharga. Keterampilan ini dapat ditingkatkan mulai dari membaca, menggunakan tanda titik, memanfaatkan tools, kerja sama hingga mempraktikkan pemahaman yang sudah kamu dapatkan.









Leave a Comment