Menlu Rusia Tuduh AS Terlibat dalam Perang di Gaza

Harakatuna

20/07/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. New York – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Rabu (17/7), menuduh AS menjadi kaki tangan langsung dalam konflik Israel-Palestina. Pihaknya menduga keterlibatan AS sebagai pemasok senjata ke Israel.

Tuduhan Lavrov didasarkan pada keterlibatan AS yang secara terang-terangan memasok senjata ke Ukraina. Menurutnya, salama AS tidak menghentikan penjualan senjata maupun alutsista, maka semalam itu pula pertempuran akan terus berlangsung.

“Jika dukungan ini berhenti, pertumpahan darah akan berhenti. Namun, AS tidak mau atau tidak bisa melakukannya,” kata Lavrov pada sesi debat terbuka Dewan Keamanan PBB yang membahas Timur Tengah.

Pihaknya juga menuduh keterlibatan AS dalam Perang Gaza tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan politik para elit AS dalam Pemilu mendatang. “Jelas, yang dikedepankan bukan menyelamatkan nyawa manusia, tetapi manuver yang memungkinkan tingkat popularitas (Biden) naik dalam kampanye Pemilu,” cetusnya.

“Serangan Hamas ke Israel pada 2023 tidak dapat digunakan sebagai pembenaran atas tindakan Israel sekarang ini”, imbuh Lavrov yang menyerukan gencatan senjata permanen. Ia juga mengatakan bahwa Rusia mendukung masuknya Palestina ke dalam PBB.

Mediator-mediator internasional terus mendorong Israel dan Hamas menuju kesepakatan bertahap yang akan menghentikan pertempuran dan membebaskan sekitar 120 orang yang disandera Hamas di Gaza. Serangan Hamas pada 7 Oktober memicu perang ketika militan menyerbu Israel Selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang yang sebagian besar warga sipil serta menculik sekitar 250 orang.

Sejak meletusnya pertempuran 7 Oktober sampai saat ini, serangan darat dan pemboman Israel telah menewaskan lebih dari 38.600 orang di Gaza menurut Kementerian Kesehatan wilayah itu. Penghitungan mereka tidak membedakan antara kombatan dan warga sipil.

Leave a Comment

Related Post