Menko Polhukam Instruksikan Penindakan Ancaman Bom terhadap Saudia Airlines, Dinyatakan Hoaks namun Keamanan Diperketat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

22/06/2025

3
Min Read
Menko Polhukam Instruksikan Penindakan Ancaman Bom terhadap Saudia Airlines, Dinyatakan Hoaks namun Keamanan Diperketat

Harakatuna.com. Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan meminta aparat keamanan, termasuk TNI, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), untuk menindaklanjuti ancaman bom yang ditujukan kepada maskapai Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5688. Ancaman tersebut merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir terhadap penerbangan yang mengangkut jemaah haji Indonesia.

“Pemerintah memastikan bahwa setiap potensi ancaman terhadap keselamatan publik ditangani secara serius, profesional, dan terkoordinasi lintas lembaga,” ujar Budi Gunawan dalam pernyataan tertulis pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Pesawat Saudia Airlines SV 5688 membawa 376 jemaah haji dari Kloter 33 Debarkasi Surabaya. Mereka dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Minggu, 22 Juni 2025 pukul 03.30 WIB dengan menggunakan pesawat yang sama.

Budi menambahkan, pemerintah juga telah menjalin koordinasi dengan otoritas penerbangan Arab Saudi, khususnya OEJN (Otoritas Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah), guna mengantisipasi potensi risiko lebih lanjut.

Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa ancaman diterima melalui sambungan telepon oleh petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta Area Control Center (ACC). Informasi tersebut berasal dari Kuala Lumpur ACC, meski mencantumkan rute yang berbeda, yakni Jeddah–Muscat (Oman)–Surabaya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa seluruh prosedur keamanan telah dijalankan sesuai protokol kontinjensi internasional.

“Ancaman telah ditangani secara menyeluruh dan dinyatakan tidak berdasar. Berdasarkan verifikasi dari pihak terkait, ini diklasifikasikan sebagai hoaks,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari yang sama.

Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Perhubungan melakukan koordinasi resmi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengamanan terhadap penerbangan, terutama dalam menghadapi ancaman sejenis di masa mendatang.

Ancaman Sebelumnya Juga Ditujukan pada Penerbangan Saudia

Sebelumnya, pada Selasa, 17 Juni 2025, ancaman bom juga diterima oleh penerbangan Saudia Airlines nomor SV-5276 yang mengangkut 442 jemaah haji dari Kloter 12 Debarkasi Jakarta-Bekasi. Ancaman disampaikan melalui surat elektronik pada pukul 07.30 WIB dan menyebutkan bahwa pesawat dengan registrasi HZ-AK32 yang terbang dari Jeddah ke Jakarta akan diledakkan.

Sebagai respons atas ancaman tersebut, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada pukul 10.44 WIB. Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terkait sumber dan motif ancaman tersebut.

“Dari e-mail tersebut, kami tengah mengusut apakah pelaku berasal dari dalam atau luar negeri. Ada dugaan pelaku merupakan warga negara asing,” ujar Mayndra pada Rabu, 18 Juni 2025.

Densus 88 juga telah menjalin komunikasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi mengingat pesawat yang menjadi sasaran adalah milik maskapai nasional negara tersebut.

Meskipun kedua ancaman dinyatakan tidak valid, pemerintah tetap mengimbau masyarakat, khususnya para jemaah haji dan keluarga mereka, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi.

“Semua langkah pengamanan dilakukan secara maksimal untuk menjamin keselamatan jemaah, baik saat keberangkatan maupun pemulangan,” tutup Menko Polhukam Budi Gunawan.

Leave a Comment

Related Post