Harakatuna.com – Manusia dihadirkan oleh Allah ke dunia ini memiliki tabiat dan karakter yang berbeda-beda. Karena dengan perbedaan tersebut, manusia akan belajar mengenal satu sama lainnya. Secara pembawaan tabiat manusia itu berbeda, namun secara umum ada 3 tabiat buruk manusia yang muncul dalam sanubarinya. Tiga tabiat buruk ini diberikan sebagai ujian manusia untuk menjadi pribadi yang berkualitas.
Dalam Al-Qur’an, Surat Al-Ma’arij ayat 19-21 diterangkan mengenai tiga tabiat buruk manusia, tabiat tersebut adalah yang pertama suka mengeluh dan kedua jika ditimpa musibah ia akan berkeluh-kesah. Ketiga apabila diberikan kemudahan dan harta benda ia akan bersifat kikir.
إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا ، إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا ، وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا
Artinya: “Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat suka mengeluh. Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah. Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir”. (QS. Al-Ma’arij [70]: 19-21).
Secara umum, manusia akan memiliki tiga tabiat ini, tiga karakter buruk ini akan selalu menyertai kehidupan manusia sampai ia bisa menemukan penawar dan obatnya. Dalam ayat di atas, memang manusia diciptakan dengan sifat suka mengeluh, namun demikian, Allah dalam ayat berikutnya memberikan obat bagi karakter buruk tersebut.
إِلَّا ٱلۡمُصَلِّينَ، ٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ دَآئِمُونَ، وَٱلَّذِينَ فِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ مَّعۡلُومٞ، لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ، وَٱلَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ ،وَٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ ،إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمۡ غَيۡرُ مَأۡمُونٖ ،وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ،إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ
Artinya: “…kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat, mereka yang tetap setia melaksanakan shalatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta. Kemudian orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya, sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya), dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela”. (QS. Al-Ma’arij [70]: 22-30).
Melalui ayat-ayat di atas, Allah memberikan penawar atas semua tabiat buruk manusia, yaitu (1) shalat dengan istiqamah, (2) memberikan sebagian harta untuk mereka yang membutuhkan, (3) meyakini hari pembalasan, (4) merasa takut akan azab Allah, dan (5) menjaga kemaluan kecuali terhadap pasangan yang sah.
Demikianlah tabiat buruk manusia yang harus dikenali berdasarkan Al-Qur’an beserta obat dan penawarnya. Wallahu A’lam Bishowab.









Leave a Comment