Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Perkuat Kontemplasi dan Kerukunan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

13/05/2025

3
Min Read
Menag Ajak Umat Buddha Jadikan Waisak Momentum Perkuat Kontemplasi dan Kerukunan Ahmad Fairozi BNPT

On This Post

Harakatuna.com. Magelang Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha di Indonesia untuk menjadikan perayaan puncak Tri Suci Waisak 2569 BE Tahun 2025 sebagai momentum memperdalam kontemplasi spiritual sekaligus memperkuat kerukunan sosial. Menurutnya, refleksi spiritual yang mendalam dapat menjadi fondasi lahirnya pribadi yang matang dan masyarakat yang harmonis.

Ajakan itu disampaikan Menag saat memberikan sambutan mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan puncak Tri Suci Waisak di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (12/5/2025) malam.

“Saya mengimbau agar setelah kontemplasi dalam perayaan Waisak ini terjadi perubahan dalam diri kita. Seperti yang diajarkan Siddhartha Gautama, semoga malam ini memberi makna yang mendalam, menjernihkan pikiran, meneguhkan langkah, dan menghaluskan tindakan. Inilah yang ingin kita capai dari pertemuan suci ini,” ujar Menag Nasaruddin.

Ia menekankan bahwa praktik kontemplasi bukan hanya memperkuat spiritualitas individu, tetapi juga berperan besar dalam membangun hubungan sosial yang damai. Dengan pikiran dan tindakan yang lebih jernih, konflik dapat diredam dan solidaritas antarumat pun dapat tumbuh.

“Agama itu mudah dicari titik temunya kalau kita memulainya dari hati nurani. Mari kita akrab satu sama lain. Kita semua adalah satu keluarga besar bangsa Indonesia,” tandasnya.

Dalam rangka mendorong semangat toleransi sejak dini, Kementerian Agama juga tengah mengembangkan dua kurikulum baru: Kurikulum Cinta dan Kurikulum Ekoteologi. Menag menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta bertujuan menanamkan nilai kasih sayang dan kedamaian antarumat beragama sejak usia dini. Sedangkan Kurikulum Ekoteologi memperkuat kesadaran ekologis melalui perspektif spiritualitas lintas agama, termasuk ajaran Buddha.

“Kami percaya bahwa semua agama pada dasarnya mengajarkan keteduhan, kedamaian, serta semangat untuk hidup harmonis dan menjauhi permusuhan,” jelas Menag.

Perayaan Waisak 2025 di Candi Borobudur dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta para pejabat Kementerian Agama. Turut hadir pula Ketua Umum DPP WALUBI Hartati Murdaya yang menyerukan pentingnya meneladani ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

“Waisak bukan hanya seremonial, tapi ajakan untuk mengikuti jejak Sang Buddha. WALUBI menggelar berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, pengobatan gratis, pengambilan Api Dharma dan Air Berkah, serta Kirab Waisak,” tutur Hartati.

Rangkaian perayaan yang berlangsung selama beberapa hari ini menyedot perhatian ratusan ribu umat Buddha dari dalam maupun luar negeri. Mereka memadati zona 1 kompleks Candi Borobudur dan Marga Utama dalam acara pelepasan ribuan lampion. Umat juga turut serta dalam berbagai kegiatan spiritual seperti pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Air Berkah dari Umbul Jumprit, serta Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur.

Perayaan yang berlangsung khidmat dan meriah ini mencerminkan semangat toleransi, kedamaian, dan kerukunan lintas agama yang terus dijaga di Indonesia.

Leave a Comment

Related Post