Membumikan Islam Rahmatan lil Alamin dan Memberantas Radikal-Terorisme

Suroso, S.Ag

14/08/2024

4
Min Read

On This Post

Harakatuna.com – Tertangkapnya empat orang terduga terorisme dalam dua tempat yang berbeda, Kota Batu dan Jakarta Barat, menjadi luka baru untuk bangsa Indonesia. Sekaligus menunjukkan bahwa pelaku  terorisme masih banyak berkeliaran dan menyusun strategi untuk menjatuhkan martabat bangsa Indonesia. Keadaan inilah yang seharusnya dilumpuhkan bersama. Sebab, hal ini bisa menjadi kejahatan yang berkelanjutan apabila tidak diatasi bersama. Lebih-lebih mereka selalu mengatasnamakan agama dalam melancarkan aksinya. 

Seperti kasus HTI dan FPI yang memang sudah tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. Mereka berusaha membenarkan apa yang dianut tapi dirinya lupa bahwa agama lahir untuk kemanusiaan. Dan bangsa Indonesia juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan melalui keberagaman yang ada di dalamnya. Itulah mengapa penting kiranya seluruh manusia yang menduduki bangsa Indonesia memahami bagaimana beragama dengan santun dan toleran.  

Dengan kata lain, pahami agama dengan benar dan baik, maka kita tidak akan terjerumus dalam lubang terorisme. Sebagaimana dalam tekstual Al-Qur’an juga telah menegaskan bahwa Islam adalah ajaran universal yang misi kebenarannya melampaui batas-batas suku, etnis, bangsa, dan bahasa. Lebih dari itu Islam sebagai agama penutup secara intrinsik jangkauan dakwahnya harus mendunia. Secara historis-sosiologis, baru pada abad sekarang ini umat Islam sadar, bahwa Islam benar-benar tertantang memasuki panggung dakwah berskala global, yang antara lain disebabkan oleh kemajuan teknologi dan informatika. 

Secara garis besar, lahirnya agama Islam mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang toleran. Atau dalam bahasanya Gus Dur, agama lahir untuk sebuah kemanusiaan. Jadi manusia yang beragama diharuskan untuk menjaga kodratnya sebagai manusia yang saling menghargai dan memanusiakan. 

Hal ini memberikan sebuah jawaban apabila ada segerombolan manusia di bangsa Indonesia yang berusaha merusak tatanan kehidupan yang mendamaikan sekarang ini, dapat disimpulkan dirinya tidak benar-benar memahami bagaimana agama sebagai sumber kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan. Dirinya hanya memahami bahwa agama adalah kebenaran yang mutlak, tapi tidak bisa melihat bagaimana agama juga mengedepankan pentingnya moderat. Sederhananya, mereka hanya ingin memecah-belah bangsa Indonesia dengan mengatasnamakan agama Islam. 

Melihat kenyataan di atas, maka perlu kiranya mewujudkan pendidikan Islam yang bersifat wasatiah atau moderat sesuai dengan lajunya zaman. Dengan kata lain, Islam sebagai agama harus juga berperan sebagai pandangan hidup. Karena agama bisa mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap, dan perilaku seseorang.

Hadirnya Islam di muka bumi merupakan sebuah ajaran yang akan membawa manusia pada fitrah yang menyenangkan dan mendamaikan. Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang berarti membawa rahmat bagi seluruh alam. Sudah seharusnya rahmat ini disebarkan dengan santun, sehingga masyarakat bisa memahami tentang pentingnya beragama yang memanusiakan.

Melihat konteks yang demikian, sejatinya Islam seharusnya menjadi teladan dalam hidup yang menyenangkan dan mendamaikan. Karena melalui Islam yang rahmah tersebut, seseorang akan memahami bahwa perintah dakwah dalam Islam bertujuan terwujudnya transformasi dan perubahan kepada kebaikan dan kebenaran.

Selain itu Islam juga memberikan sebuah pemahaman, bagaimana Muslim berperan pada sikap amanah serta jujur dalam beragama. Yang kemudian akan mengarahkan pada pelaku dalam beragama tidak hanya ritual-ritual murni, tapi juga dalam hal-hal yang potensial atau tindakan sehari-hari. Seperti misalnya melakukan sebuah pertemuan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang agama yang berbeda, seperti doa bersama atas nama kebersamaan, kebangsaan, atau kearifan lokal dan kebaikan lainnya. 

Kesantunan yang mendamaikan ini, tentu akan memberikan energi positif dalam membangun bangsa yang beradab. Dan, ketika seseorang sudah memahami kehidupan yang demikian, maka pemahaman yang bersifat radikal-ekstrem tentu akan tersingkir dengan sendirinya. Di lain sisi manusia akan memahami bagaimana agama lahir sejatinya untuk kebaikan manusia, bukan bertujuan merusak ataupun menjatuhkan. 

Dengan adanya kebersamaan yang demikian, tidak menutup kemungkinan sekat-sekat dalam beragama ataupun perbedaan yang terkadang memisahkan jarak, akan terselesaikan dengan baik. Sebab, semua sudah saling menghormati, mencintai, serta siap membangun peradaban yang menyenangkan untuk ke depannya. Hingga setiap orang akan menyadari betapa pentingnya persaudaraan. Baik persaudaraan berbangsa, bernegara, ataupun persaudaraan dalam sesama Muslim. 

Dari sini sudah seharusnya agama berperan menjadi pendidikan yang sangat sakral dan harus disebarluaskan dalam kehidupan yang modern seperti sekarang. Selain menjadi wadah dalam menuju Islam yang menyenangkan, Islam juga memberikan sebuah ajaran dalam hidup yang toleran, adil, dan selalu mengedepankan kemanusiaan. Sehingga ajaran ini sesuai dengan tujuan utama ajaran Islam, yaitu rahmatan lil alamin, Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh manusia.

Leave a Comment

Related Post