Tidak ada peradaban yang lebih baik dari pada mereka yang memperjuangkan kemanusiaan. Begitu juga kemanusiaan akan bisa kita bangun selama kita saling memperjuangkan kesetaraan, keadilan, kebersamaan, serta persatuan di tengah kemajemukan bangsa Indonesia ini. Begitulah tujuan Pancasila dibuat dan diciptakan sebagai ideologi negara. Pancasila bukan hanya sakti, akan tetapi mampu mereduksi masalah dalam tatanan sosial masyarakat secara nyata. Terbukti akan keberadaannya, fakta integritas, serta mampu mentransformasikan nilai-nilai yang ada di dalamnya secara nyata di tengah kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.
Ideologi khilafah islamiyah adalah sumbu yang akan membakar api perpecahan. Namun Pancasila akan bergerak secara transparan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Nilai ketuhanan akan membekali masyarakat kepada ketundukan hati. Nilai keadilan berupaya untuk menyejahterakan masyarakat secara universal tanpa pandang bulu. Begitu juga persatuan akan merangsang nilai-nilai kemanusiaan kita. Perbedaan ideologi, ras, suku, agama, serta bahasa hanyalah sebuah rute yang berbeda namun memiliki tujuan satu yaitu membangun peradaban masyarakat Indonesia yang kita cintai agar menjadi lebih baik.
Ideologi Radikal
Munculnya sebuah ideologi radikal/radikalisme seperti deklarasi “Khilafah Islamiyah” merupakan bentuk dari gerakan yang memiliki ideologi, bahwa hukum Islam yang hanya mampu membangun bangsa ini agar menjadi lebih baik. Namun, pemahaman ini sangat tertolak karena gerakan ideologi tersebut akan berdampak buruk bagi keragaman bangsa Indonesia ini. Karena Ideologi Pancasila sangat melindungi dan memberikan hak-hak dan kebebasan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pancasila melindungi tanpa ada diskriminasi, peperangan antar golongan. Lebih jauh lagi Pancasila berperan aktif dalam menciptakan kenyamanan masyarakat.
Ali Abdel Rizeq di Mesir pada tahun 1940 menulis buku Al-Islam Wa Qawa’id As-Sulton. Buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Islam and The Bases of power ini menjelaskan bahwa pada hakikatnya dalam Al-Qur’an tidak ada ayat-ayat yang menerangkan secara komprehensif tentang sistem kenegaraan. Dalam Al-Qur’an hanya menguraikan tentang negara yang baik serta penuh dengan pengampunan Tuhan.
Ungkapan semacam ini bukan justru merendahkan kesucian Al-Qur’an yang paling tinggi derajatnya. Akan tetapi membongkar pemahaman-pemahaman yang justru sangat membahayakan akan terjadinya perpecahan, pembantaian, serta mudahnya merebut nyawa seseorang. Karena sejatinya turunnya Al-Qur’an dengan misi pembebasan terhadap perbudakan, kebodohan, serta agar bisa lebih mengerti akan pentingnya kemanusiaan untuk selalu kita jaga bersama.
Pancasila dan Islam
Pancasila adalah hasil dari ijtihad para pemuka-pemuka agama dengan kesepakatan demi kebersamaan dan persatuan bangsa ini. Karena nilai-nilai yang ada di dalamnya bukan hanya kepentingan satu kelompok, namun kepentingan bersama. Tidak ada satu pun nilai-nilai dalam Pancasila yang bertentangan dengan ayat-ayat suci dalam agama-agama yang ada di Indonesia. Karena yang ada di dalamnya adalah sebuah kebijaksanaan serta pendidikan moral yang mampu menata dan melindungi kemanusiaan agar peradabannya menjadi lebih baik.
Dalam pandangan sosiologi Emile Durkheim, bahwa pada hakikatnya, keberhasilan seorang pemuka agama, tidak dinilai dari seberapa banyak pendosa yang bisa disadarkan nya. Akan tetapi dilihat dari sesuatu yang tidak disadari oleh para pengikutnya. Yaitu sebuah peristiwa-peristiwa yang bisa mengembalikan perasaan bersama. Misalnya saling berbagi rasa dan kepentingan kepada tetangga-tetangga yang miskin, terkucilkan, atau putus asa. Begitu juga dengan apa yang ada dalam Pancasila memiliki peran bagaimana rasa kemanusiaan yang diunggulkan bukan kepentingan dalam satu golongan saja.
Oleh karena itu, suatu ideologi tidak akan pernah terlaksana jika esensi di dalamnya sangat bertentangan dengan nilai-nilai kebersamaan, persatuan, toleransi, keadilan, serta rasa kemanusiaan. Karena Pancasila akan bergerak secara transparan dalam upaya melemahkan ideologi yang semacam itu. Pancasila akan menyadarkan masyarakat dalam menggunakan akal sehat bahwa sesungguhnya perpecahan dan pertikaian adalah perbuatan yang tidak baik. Pancasila sakti merupakan gerakan kemanusiaan dalam membangun peradaban umat manusia agar menjadi lebih baik.
*) SAIFUL BAHRI, mahasiswa S1 Studi Agama-agama di UIN suka Yogyakarta, Aktivis di Garawiksa Institute Yogyakarta.








