Harakatuna.com. Tel Aviv – Menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Ibrani Maariv pada Jumat (14/3), mayoritas warga Israel (54%) mendukung pengakhiran perang di Gaza. Dalam survei tersebut, responden juga menyatakan dukungannya terhadap pembebasan seluruh tahanan Israel yang saat ini ditahan di Gaza, dengan syarat sebagai imbalan bagi penarikan tentara Israel dari wilayah tersebut. Quds Press melaporkan, jajak pendapat ini menunjukkan kecenderungan signifikan terhadap penyelesaian damai.
Selain itu, hasil jajak pendapat juga memperlihatkan bahwa 10% responden lebih memilih agar pembebasan tahanan dilakukan secara bertahap, serupa dengan langkah yang diambil pada tahap sebelumnya. Sementara itu, sekitar 27% lainnya berpendapat bahwa kini saatnya untuk kembali melanjutkan pertempuran dengan kekuatan penuh, untuk menekan Hamas agar membebaskan para tahanan.
Sebanyak 9% dari responden menyatakan tidak tahu atau tidak memiliki pendapat terkait isu tersebut. Pembagian pandangan ini terlihat jelas dalam kelompok pemilih, dengan mayoritas pemilih dari koalisi sayap kanan yang mendominasi pemerintahan Israel (53%) mendukung pertempuran intensif. Sebaliknya, mayoritas pemilih dari kelompok oposisi (83%) lebih condong pada opsi pembebasan semua tahanan secara bersamaan, sebagai imbalan untuk mengakhiri perang dan menarik diri dari Jalur Gaza.
Jajak pendapat Maariv juga mengungkapkan adanya pembagian pendapat di kalangan publik Israel mengenai undang-undang wajib militer yang diterapkan pada orang-orang Yahudi religius, yang menjadi isu kontroversial belakangan ini. Hasil ini menunjukkan adanya ketidakpastian dan perbedaan pandangan yang signifikan di masyarakat Israel mengenai kebijakan militer dan relasi dengan Gaza.
Dengan hasil jajak pendapat yang terbagi, kini menjadi jelas bahwa meskipun mayoritas warga Israel mendukung pengakhiran perang dan pembebasan tahanan, ketegangan politik domestik masih sangat terasa dalam masyarakat.








Leave a Comment