Harakatuna.com. Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan perihal potensi ancaman siber hingga penyebaran radikalisme. Hal tersebut akibat dari perkembangan global saat ini yang menurutnya membawa banyak perubahan.
“Sebelumnya keamanan dalam negeri hanya berfokus pada ancaman tradisional, namun seiring perkembangan informasi dan teknologi bentuk ancaman pun bertransformasi seperti munculnya ancaman siber, penyebaran radikalisme, permasalahan lingkungan dan bencana, serta berbagai aspek lainnya,” kata Mahfud MD dalam keterangannya saat berkunjung ke Markas Korps Brimob Polri Depok, Jumat (24/12/2021).
Transformasi tersebut menurut Mahfud membuat cakupan dalam upaya mewujudkan dan mempertahankan keamanan dalam negeri menjadi meluas. Oleh sebab itu, dia berpesan kepada jajaran Brimob untuk dapat beradaptasi dalam mengidentifikasi isu-isu strategis yang berpotensi mengganggu keamanan nasional.
Pria kelahiran Mei 1957 itu juga mengapresiasi seluruh prajurit Brimobdi seluruh wilayah di Indonesia dan juga yang bertugas di luar negeri atas seluruh karyanya dalam menjaga serta mengharumkan nama Indonesia. Mahfud turut menyatakan kepercayaannya kepada Brimob yang menurutnya memiliki kemampuan unggul dalam menghadapi permasalahan yang terus-menerus berubah.
“Mereka punya kemampuan yang banyak, baik jungle warfare maupun urban warfare. Kemampuan menjinakkan bom (Jibom), penanganan huru-hara (PHH) dan anti-anarki, search and rescue (SAR), serta kemampuan kimia, biologi, dan radioaktif (KBR) untuk tangani aksi teror yang menggunakan bahan kimia. Saya sungguh bangga menyaksikan kemampuan mereka,” pungkas Mahfud.







Leave a Comment