Literasi Sejak Dini untuk Anak, Ini Peran Keluarga dan Masyarakat

Juli Prasetya

18/10/2025

4
Min Read
Literasi Anak

On This Post

Harakatuna.com – Literasi merupakan suatu hal yang mestinya memiliki nilai yang sama pentingnya dengan kebutuhan pokok, seperti makan, misalnya. Karena hal ini merupakan hal yang sangat vital, dan seharusnya memang menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat.

Literasi seyogianya memang merupakan hak dasar yang harus disadarai oleh masyarakat, harus dipelajari, dan diajarkan. Ini juga memerlukan latihan, karena semua itu tidak tiba-tiba jatuh dari langit, atau bawaan lahir, tapi mesti dilatih terus menerus secara konsisten.

Seorang anak harus sudah dikenalkan dengan kegiatan literasi ini sejak dini, karena otaknya masih mudah untuk menangkap pelajaran, tidak seperti orang-orang tua yang ketika dimasukkan hal-hal baru malahan ngeheng, atau mungkin jadi terlihat bodohnya. Hal itu berbeda dengan otak anak kecil, otak mereka masih bagus, masih baru, dan masih bisa terus bertumbuh, jadi ketika mereka mempelajari apa saja, pasti masuknya mudah, dan gampang terkoneksi.

Ini sama seperti sebuah peribahasa : belajar di waktu muda seperti mengukir di atas batu, dan belajar ketika tua itu seperti melukis di atas air; ya susah sekali. Tapi meskipun sulit ya kita yang tua-tua ini juga harus tetap belajar, entah umur kita masih muda, atau sudah tua, yang namanya belajar tidak mengenal usia.

Oleh karena itu bagi orang-orang yang sudah memiliki anak harus benar-benar didekatkan dan dibiasakan dengan kegiatan literasi, entah itu membaca, menulis, cerita, atau  mendongeng sambil bermain. Karena usia-usia anak itu memiliki keadaan yang disebut sebagai golden age, atau usia emas.

Nah, di usia emas itulah harusnya anak-anak diajarkan dengan hal-hal positif. Tapi juga kita mesti ingat, harus diseimbangkan pula dengan kegiatan bermain, harus tetap diperbanyak permainannya, karena yang namanya anak mereka tetap adalah seorang anak-anak, yang memiliki dunianya sendiri; dunia permainan, dunia imajinasi.

Di sini peran keluarga juga sangat menentukan bagaimana seorang anak akan tumbuh menjadi anak yang cerdas, imajinasinya jalan, mudah menangkap pelajaran, lembut hatinya, dan mawas diri, Itu semua adalah faktor bimbingan dari keluarga.

Karena itu, pendidikan di dalam keluarga itu adalah fondasi pendidikan pertama bagi anak. Sekolah atau madrasah pertama bagi si anak adalah keluarga atau orang tuanya. Jadi rusak tidaknya anak-anak bangsa itu tergantung pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Jadi keluarga di sini memainkan peran yang bukan kaleng-kaleng, ia adalah pokok dan pondasi dari pembelajaran anak itu sendiri.

Namun meskipun begitu, ini sebenarnya tidak hanya tugas keluarga saja, lingkungan akhirnya juga ikut menentukan bagaimana kelak anak-anak itu menjalani kehidupannya. Ini bukan untuk menakut-nakuti. Mungkin benar bahwa karakter anak itu awalnya adalah bawaan, watak, dan dibentuk oleh dirinya sendiri.

Tetapi, peran keluarga, lingkungan sosial di sekitarnya, dan juga pendidikan serta pengalaman di luar dirinya juga memainkan peran penting untuk membentuk tumbuh-kembangnya pedalaman seorang anak. Ini sudah tidak bisa diragukan lagi, ini pasti yang akan membentuk anak itu akan menjadi anak yang seperti apa dan bagiamana ke depannya, oleh sebab itu ini sudah harus dilatih sejak kecil.

Nah tugas mendidik itu bukan hanya keluarga saja, tapi juga masyarakat ikut mengajarkan norma sosial di masyrakat, bapak ibu guru di sekolah mengajarkan sopan santun dan mengarahkan anak kepada jalan kebenaran dan kebajikan, dan lingkugan sosial sekali lagi juga mengajarkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh di dalam masyarakat.

Ini akan sangat berpengaruh kepada anak dalam masa pertumbuhannya, bagaimana nanti ia melihat masyarakatnya dan bisa ikut srawung dan menjadi bagian dari masyarakatnya dan mengambil peran di sana. Memang ini bukan tugas yang mudah, maka seyogianya seluruh elemen masyarakat ikut berperan, bahu membahu untuk ikut ngemong mendidik anak di lingkungan kita.

Selain itu agar anak memiliki kesadaran literasi dan suka dengan belajar, semua itu tidak bisa dilakukan sekali dua kali, tapi harus dilatih terus-menerus dan konsisten; berkelanjutan. Jadi seluruh elemen masyarakat juga ambil bagian dan ikut berperan penting dalam membentuk tumbuh-kembang anak-anak di lingkungan sekitarnya, dan itu bisa dimulai dari lingkungan keluarga kita yang paling dekat terlebih dahulu.

Leave a Comment

Related Post