Literasi Fikih Wanita Dinilai jadi Fondasi Ketahanan Keluarga Muslim

Ahmad Fairozi, M.Hum.

07/03/2026

2
Min Read
Literasi Fiqh Wanita Dinilai jadi Fondasi Ketahanan Keluarga Muslim

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Nasaruddin Umar, mengatakan literasi fikih wanita menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan keluarga Muslim sekaligus membangun generasi yang berintegritas. Hal itu disampaikan Helmi dalam Nadwah Ramadan yang dirangkai Santunan Anak Yatim yang digelar DWP Unit Pelaksana Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM).

“Literasi Fikih wanita bukan sekadar pengetahuan ibadah personal. Ia adalah fondasi pengambilan keputusan dalam rumah tangga, panduan menyelesaikan konflik dengan pendekatan syar’i, dasar membangun pola asuh berbasis nilai agama, dan benteng moral menghadapi disrupsi digital,” ujar Helmi Nasaruddin, Kamis (5/3/2026). Dikatakan Helmi, berbagai data menunjukkan institusi keluarga saat ini menghadapi tekanan yang cukup serius. Angka perceraian yang tinggi serta tantangan pengasuhan anak yang meningkat di era digital menjadi indikasi bahwa banyak keluarga membutuhkan penguatan nilai dan pemahaman dalam kehidupan rumah tangga.

“Banyak keluarga tidak runtuh karena kurang cinta. Tetapi karena kurang pemahaman, kurang komunikasi, dan kurang fondasi nilai,” kata Helmi Nasaruddin. Menurutnya, perempuan yang memahami Fikih keluarga akan lebih bijak dalam mengambil keputusan dan mampu membangun komunikasi yang sehat dalam rumah tangga. Pemahaman tersebut juga membantu ibu mendidik anak dengan landasan nilai agama yang kuat.

“Ibu adalah madrasah pertama. Tetapi sekolah tidak mungkin berjalan tanpa kurikulum. Dan kurikulum pertama seorang ibu adalah ilmu agama yang benar,” ujar Helmi Nasaruddin.

Helmi Nasaruddin berharap literasi fikih wanita dapat menjadi gerakan bersama yang memperkuat ketahanan keluarga sekaligus melahirkan generasi yang berintegritas. “Perempuan berilmu melahirkan keluarga tangguh. Keluarga tangguh melahirkan generasi berintegritas. Generasi berintegritas melahirkan kepemimpinan yang amanah. Dan dari situlah bangsa ini berdiri kokoh,” pungkasnya.

Leave a Comment

Related Post