Harakatuna.com Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global di berbagai sektor pembangunan.
Dalam pernyataannya usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025, Lestari mengatakan bahwa berbagai momentum kebangsaan harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat semangat persatuan nasional.
“Berbagai momentum untuk membangun semangat persatuan bangsa ini harus mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjawab berbagai tantangan di sejumlah sektor pembangunan,” ujar Lestari.
Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Rerie itu menyampaikan bahwa semangat persatuan tidak hanya sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Persatuan harus benar-benar dipraktikkan dalam keseharian kita. Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan keteladanan dari para tokoh masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa,” ungkap Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II.
Ia menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi masyarakat, seperti penyebaran hoaks, radikalisme, serta kesenjangan ekonomi yang berpotensi memecah belah bangsa. Menurutnya, semangat persatuan yang kuat dapat menjadi tameng untuk memperkuat toleransi dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Dengan terbangunnya persatuan, kita bisa memperkokoh semangat toleransi dan gotong royong antar-anak bangsa dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lestari berharap upaya membangun persatuan yang kokoh di masyarakat dapat menjadi bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita bersama seluruh anak bangsa. “Harapan kita, semangat persatuan ini bisa menjadi dasar dalam mencapai tujuan bersama sebagai bangsa yang maju dan berkeadilan,” tutupnya.







Leave a Comment