Lebih dari 160 Selebritas Jerman Desak Penghentian Ekspor Senjata ke Israel

Ahmad Fairozi, M.Hum.

08/08/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Berlin – Lebih dari 160 selebritas dan jurnalis terkemuka di Jerman secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kampanye penghentian ekspor senjata Jerman ke Israel. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap operasi militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza.

Kampanye tersebut difasilitasi oleh organisasi advokasi global Avaaz, yang melaporkan bahwa sejumlah tokoh publik dari berbagai kalangan industri hiburan dan media turut menandatangani petisi terbuka yang ditujukan kepada Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Mereka mendesak pemerintah Jerman untuk menghentikan semua bentuk ekspor senjata ke Israel dan mempertimbangkan pemberlakuan sanksi tambahan.

Figur publik yang ikut menandatangani surat tersebut antara lain penyanyi Nina Chuba dan Clueso, sutradara berdarah Jerman-Turki peraih penghargaan Fatih Akin, serta aktris kenamaan Sandra Hüller. Bahkan sutradara asal Israel dan peraih Golden Globe, Ari Folman, juga turut mendukung seruan tersebut.

“Bapak Merz, sudah waktunya untuk bertindak!” demikian kutipan isi surat terbuka tersebut, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (6/8).

Hingga Rabu pagi, jumlah total penandatangan telah mencapai 367 tokoh publik Jerman, termasuk aktor dan aktris ternama seperti Liv Lisa Fries (Babylon Berlin), Katharina Thalbach (Miss Merkel), dan Benno Fürmann (North Face).

Surat terbuka tersebut menyoroti penderitaan serius yang dialami warga sipil Palestina, khususnya anak-anak, sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas pada Oktober 2023. Para penandatangan mengakui tindakan kekerasan oleh kelompok Hamas, namun menekankan bahwa kekejaman tersebut tidak dapat dijadikan dalih untuk membenarkan serangan militer Israel yang merugikan jutaan warga sipil.

“Kejahatan yang dilakukan oleh Hamas tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk menghukum secara kolektif dan brutal jutaan warga sipil yang tidak bersalah,” bunyi surat tersebut.

Dalam dokumen itu juga disebutkan bahwa lebih dari 17.000 anak telah menjadi korban jiwa di Jalur Gaza sejak konflik berlangsung, sementara ratusan ribu lainnya mengalami luka serius, trauma psikologis, pengungsian, hingga kelaparan akut.

Seruan para tokoh ini mencerminkan meningkatnya tekanan moral terhadap pemerintah Jerman yang selama ini dikenal sebagai salah satu mitra utama Israel dalam sektor pertahanan. Kampanye ini sekaligus memperkuat suara publik global yang mendesak gencatan senjata dan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik.

Leave a Comment

Related Post