Harakatuna.com – Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) mendapat kunjungan kehormatan dari Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmad Ath-Thayyib, di Masjid Bayt Al-Qur’an, South City, Tangerang Selatan, pada Selasa (9/7). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengokohkan peran PSQ dalam misi moderasi (al-wasathiyyah) dan kaderisasi pendidikan yang selama ini telah konsisten dilakukan PSQ.
Sejak didirikan pada tahun 2004, PSQ telah memainkan peran penting dalam pengembangan pendidikan keagamaan di Indonesia. Melalui program-program pendidikan dan pelatihan yang melibatkan ribuan alumni, PSQ terus berkomitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan moderat.
Dalam sambutannya, Muchlis M. Hanafi, Direktur PSQ, mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan Grand Syekh Al-Azhar. “Kehadiran Syekh Ahmad Ath-Thayyib di sini adalah kehormatan besar bagi kami. Ini bukan hanya kesempatan untuk memperkuat hubungan antara PSQ dan Al-Azhar, tetapi juga untuk menginspirasi kami semua dalam upaya mempromosikan moderasi dan pengkaderan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Grand Syekh Al-Azhar dan Direktur PSQ
Lebih lanjut, Muchlis juga menjelaskan program-program yang dijalankan oleh PSQ dan Yayasan Dakwah Lentera Hati Indonesia mulai dari Masjid Bayt Al-Qur’an, Pesantren Pasca Tahfidz, Cari Ustadz, dan Tafsir Al-Mishbah.
Pada sesi Ali Nurdin, Dewan Pakar PSQ sekaligus pimpinan Cariustadz.id, mewakili hadirin bertanya terkait makna wasatiah kepada Grand Syekh Al-Azhar.
Syekh Ahmad Ath-Thayyib, dalam jawaban sekaligus tausiahnya, menekankan pentingnya moderasi dalam beragama dan peran pendidikan dalam membentuk generasi yang toleran dan berakhlak mulia.
“Makna wasatiah adalah bersikap adil, amar makruf nahi mungkar, dan berbuat baik kepada seluruh umat manusia. Wasatiah adalah inti dari ajaran Islam. Melalui pendidikan yang tepat, kita bisa membentuk individu-individu yang tidak hanya memahami agama mereka dengan baik, tetapi juga bisa hidup harmonis dengan orang lain,” terang Syekh Ahmad Ath-Thayyib.
Sementara itu, Prof. M. Quraish Shihab, pendiri PSQ, memberikan ucapan terima kasih atas kunjungan Grand Syekh.
“Kehadiran Syekh Ahmad Ath-Thayyib di sini menegaskan komitmen kami untuk terus mempromosikan moderasi dan pengkaderan. Sudah banyak yang dilakukan Al-Azhar dan beliau. Yang jelas kehadiran Grand Syekh Al-Azhar memberikan kita semangat dan dorongan untuk bekerja lebih keras lagi. Kami berharap kerja sama antara PSQ dan Al-Azhar akan terus berkembang dan membawa manfaat besar bagi umat Islam di Indonesia,” ungkap Prof. Quraish Shihab.
Penutupan acara ditandai dengan penyerahan simbolis Tafsir Al-Mishbah versi bahasa Inggris dan mushaf Al-Qur’an terbitan kerja sama Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), dan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA).

Penyerahan simbolis Tafsir Al-Mishbah kepada Grand Syekh Al-Azhar
Kehadiran Grand Syekh Al-Azhar di PSQ menunjukkan multiplier effect dari pendidikan di Al-Azhar yang tidak hanya memengaruhi para lulusannya, tetapi juga keseluruhan ekosistem pendidikan keagamaan dan dunia keislaman di Indonesia. Acara tersebut diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak umat Muslim dan lembaga untuk terus mempromosikan nilai-nilai moderasi dan toleransi dalam kehidupan beragama. (Wld)






