Kuba Gagalkan Dugaan Aksi Terorisme dari Kapal Cepat Florida

Ahmad Fairozi, M.Hum.

27/02/2026

3
Min Read
Kuba Gagalkan Dugaan Aksi Terorisme dari Kapal Cepat Florida

On This Post

Harakatuna.com. Havana – Pemerintah Kuba menyatakan telah menggagalkan dugaan upaya infiltrasi bersenjata yang dikategorikan sebagai aksi terorisme setelah terjadi baku tembak antara pasukan keamanan dan sebuah kapal cepat berpelat Florida di lepas pantai utara negara itu, Rabu waktu setempat.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam insiden tersebut sebagai percobaan “infiltrasi” yang mengancam kedaulatan negara. Ia menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan mentoleransi tindakan yang dinilai sebagai agresi teroris. “Kuba akan membela diri dengan tekad dan ketegasan terhadap setiap agresi teroris dan tentara bayaran yang menyerang kedaulatan serta stabilitas nasional kami,” tegas Díaz-Canel.

Kementerian Dalam Negeri Kuba menyebut pasukan patroli perbatasan merespons setelah kapal cepat yang terdaftar di Florida itu melepaskan tembakan ke arah aparat Kuba yang berusaha melakukan pemeriksaan di perairan teritorial. Dalam baku tembak tersebut, empat orang yang berada di kapal tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh penumpang kapal disebut sebagai warga Kuba yang tinggal di Amerika Serikat. Para penyintas langsung ditahan dan kini menghadapi tuduhan hendak melakukan infiltrasi dengan tujuan terorisme. “Para tersangka bermaksud melakukan infiltrasi untuk tujuan teroris. Dari kapal tersebut disita senapan serbu, pistol, bom molotov, serta perlengkapan bergaya militer lainnya,” demikian pernyataan resmi kementerian.

Otoritas Kuba juga merilis nama tujuh orang yang berada di kapal dan menyebut sebagian besar dari 10 penumpang memiliki catatan aktivitas kriminal dan kekerasan di Kuba. Selain itu, seorang pria lain yang disebut dikirim dari Amerika Serikat untuk terlibat dalam operasi tersebut telah ditangkap di daratan Kuba dan mengakui keterlibatannya.

Pemerintah Kuba selama ini kerap melaporkan adanya penyusupan kapal cepat dari Amerika Serikat ke wilayah perairannya. Namun, bentrokan yang berujung korban jiwa tergolong jarang terjadi. Insiden semacam itu sering dikaitkan dengan penyelundupan manusia, perdagangan narkotika, hingga serangan bersenjata terhadap aparat perbatasan.

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak memiliki keterlibatan dalam insiden tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan sebelum mengambil langkah lanjutan. “Kami tidak terlibat dalam insiden ini. Kami akan menyelidiki fakta-faktanya dan akan merespons sesuai hasil penyelidikan,” kata Rubio.

Jaksa Agung Negara Bagian Florida juga memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut, mengingat lokasi Florida yang berjarak sekitar 160 kilometer dari Kuba melintasi Selat Florida.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan ekonomi terhadap Kuba. Pemerintah komunis negara itu menghadapi tantangan berat setelah kehilangan dukungan utama pasokan energi dari Venezuela, menyusul perubahan situasi politik di negara tersebut. Kondisi itu memperburuk situasi ekonomi domestik yang sudah tertekan akibat sanksi Amerika Serikat.

Bagi pemerintah Kuba, peristiwa ini tidak sekadar pelanggaran wilayah, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas nasional yang dikategorikan sebagai aksi terorisme lintas batas. Sementara itu, pihak Amerika Serikat menegaskan perlunya klarifikasi menyeluruh sebelum menyimpulkan motif maupun karakter insiden tersebut.

Leave a Comment

Related Post