Kuatkan Public Awareness, FKPT Sulbar Dorong Desa Siaga untuk Cegah Radikalisme

Harakatuna

11/07/2024

3
Min Read
Kautkan Public Awareness, FKPT Sulbar Dorong Desa Siaga untuk Cegah Radikalisme

On This Post

Harakatuna.com. Pasangkayu – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat lakukan public awareness untuk cegah radikalisme. Salah satu langkah yang dilakukan oleh FKPT Sulbar adalah menyelenggarakan kegiatan Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri (Kenduri) untuk mewujudkan Desa Siaga dalam pencegahan radikalisme dan terorisme.

Kegiatan yang di moderatori Ketua Bidang Media Massa FKPT Sulbar Naskah M. Nahban, menghadirkan narasumber dari BNPT, Eldi Bisma, mantan Ketua Dewan Pers periode 2013-2018 Yosep Adi Prasetyo, dan Kepala Dinas PMD Kabupaten Pasangkayu, Dr. Irfan Sadek. Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 10 Juli 2024 ini dilaksanakan di Aula Haji Kemenag Pasangkayu.

Imran Idris, Ketua FKPT Sulbar selaku penyelenggara kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduri bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pengaruh tindak pidana terorisme dari level terendah, tingkat desa. Pihaknya juga menyampaikan kegiatan yang digelar oleh BNPT dan FKPT Sulbar kali ini dikemas dengan penuh suasana kekeluargaan.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Kenduri ini bertujuan untuk membuat keakraban semua unsur yang ada di Kabupaten Pasangkayu. Adapun alasan pemilihan lokasi di Kabupaten Pasangkayu didasarkan pada keragaman penduduk dari berbagai suku dan agama yang berbeda yang hidup rukun berdampingan, toleransinya cukup tinggi di Kabupaten Pasangkayu.

Pihaknya mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi, masyarakat sekitar, dan aparatur pemerintahan untuk bersama-sama berperan aktif dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap paham radikalisme dan terorisme. Salah satu langkah yang paling mudah dilakukan bersama-sama adalah meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan Kenduri ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai pentingnya kearifan lokal dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman yang cukup mengenai upaya deteksi dan pencegahan terhadap paham-paham radikalisme dan terorisme,” harap Imran.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Irfan Sadek selaku perwakilan dari pihak Pemkab Pasangkayu menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan Kenduri ini oleh BNPT dan FKPT Sulbar di wilayahnya.

“Saya kira program Kenduri FKPT Sulbar di Kabupaten Pasangkayu yang melibatkan masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme sangat membantu dalam menjaga kerukunan masyarakat. Hal ini tidak lain karena Kabupaten Pasangkayu merupakan wilayah perlintasan perbatasan langsung wilayah Sulteng yang notabene sebagai wilayah pemberantasan terorisme belakangan ini,” apresiasi Irfan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini karena merupakan perwakilan yang beruntung dapat mengikuti kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini. “Semoga bapak ibu peserta sosialisasi ini dapat menjadi agen perubahan, agen perdamaian menjaga kondusivitas lingkungannya,” tutup Kadis PMD Pasangkayu sekaligus membuka acara Kenduri.

Sementara itu narasumber dari BNPT Eldi Bisma menyampaikan materi terkait radikalisme terorisme serta upaya pencegahannya mengungkapkan beberapa contoh kejadian kasus terorisme di Indonesia disebabkan banyak faktor, salah satu faktornya karena keyakinan yang salah terhadap pemahaman agama yang sekarang dapat diperoleh dengan mudah dari komunitas website dan media sosial.

Lebih lanjut dijelaskan ciri-ciri sikap yang dapat mengarah pada tindakan radikal terorisme antara lain anti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD RI 1945, mudah mengkafirkan, anti pemerintahan yang sah, anti seni budaya, serta bersikap intoleran.

Pencegahan dan penanggulangan terorisme tidak dapat hanya dilakukan oleh aparat dan pemerintah, tetapi diperlukan sinergi semua pihak. “Yang harus kita lakukan yaitu waspada terhadap provokasi, cek, kroscek, menumbuhkan naluri kebangsaan, nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air. Pesan-pesan perdamaian, kalau posting-posting yang menyejukkan. Harus bersikap kritis, terbuka, dan saring informasi sebelum sharing,” jelasnya.

Salah satu peserta, Dermawan mengungkapkan, program Kenduri dari BNPT melalui FKPT Sulbar sangat diharapkan untuk bersama-sama seluruh pemangku kebijakan melakukan pencegahan radikalisme dan terorisme husus di Kabupaten Pasangkayu. “Saya kira ini sangat penting, mengingat wilayah kita adalah wilayah perbatasan langsung menuju suatu wilayah yang terduga ada terorisme belakangan ini,” singkat Dermawan.

Leave a Comment

Related Post