Harakatuna.com. Kotawaringin Barat – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi moderasi beragama di Aula Bhineka Tunggal Ika, Selasa (30/9/2025). Kegiatan ini diikuti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta sejumlah organisasi keagamaan.
Plt Kepala Kesbangpol Kobar, Alfahusain, mengatakan bahwa moderasi beragama merupakan kunci untuk menjaga kerukunan dan mencegah tumbuhnya paham radikal di masyarakat.
“Moderasi beragama menjadi salah satu benteng agar masyarakat tidak mudah terpengaruh ideologi radikal yang berpotensi memecah belah persatuan. Melalui forum seperti ini, kita berharap FKUB dan FPK mampu memperkuat toleransi dan menciptakan suasana kondusif di daerah,” ujar Alfahusain.
Ia menekankan, penguatan pemahaman moderasi beragama juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam merawat keberagaman serta menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama.
Sementara itu, Katim Satgaswil Densus 88 Polda Kalteng, Ganjar Satriyono, menyampaikan bahwa intoleransi merupakan pintu masuk radikalisme yang bisa berujung pada aksi terorisme.
“Radikalisme tidak muncul tiba-tiba. Awalnya dimulai dari intoleransi yang kemudian berkembang menjadi sikap eksklusif, hingga akhirnya bisa mengarah pada tindakan teror. Karena itu, penting sekali melakukan pencegahan sejak dini,” tegas Ganjar.
Ia menambahkan, strategi deradikalisasi harus menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, hingga keadilan sosial.
“Pencegahan radikalisme tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum. Harus ada keseimbangan, mulai dari pendidikan yang inklusif, pemberdayaan ekonomi, sampai terciptanya rasa adil di tengah masyarakat,” jelasnya.
Acara tersebut turut dihadiri tokoh-tokoh agama dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta sejumlah perwakilan gereja di Pangkalan Bun. Mereka menyambut baik inisiatif pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam memperkuat semangat toleransi serta menjaga keharmonisan antarumat beragama di Kotawaringin Barat.








Leave a Comment