Kesbangpol Kalbar Gelar Roadshow Anti Terorisme, Bekali Pelajar dengan Literasi Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

17/05/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Melawi – Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi generasi muda terhadap ancaman radikalisme dan terorisme, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Roadshow Anti Terorisme di dua kabupaten, yakni Melawi dan Sintang, pada 14–16 Mei 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Nanga Pinoh ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Badan Kesbangpol Kabupaten Melawi, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Kalbar, pelajar dari SMA negeri dan swasta, serta menghadirkan narasumber eks narapidana terorisme (napiter).

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Manto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi radikal yang dapat memicu tindakan terorisme. “Terorisme adalah ancaman global yang tidak mengenal usia, gender, ataupun status sosial. Karena itu, generasi muda harus dibekali dengan literasi serta kewaspadaan sejak dini agar tidak mudah terpengaruh paham ekstrem,” ujar Manto di sela kegiatan, Rabu (15/5).

Dalam roadshow ini, para peserta mendapat pembekalan seputar pengertian terorisme, ciri-ciri radikalisme, dan strategi pencegahan melalui pendekatan lunak (soft approach). Pendekatan ini mencakup edukasi media, pembinaan terhadap eks napiter, serta penanaman nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah ketika seorang eks napiter hadir dan membagikan kisah hidupnya. Ia mengungkap proses radikalisasi yang pernah ia alami hingga akhirnya menjalani program deradikalisasi dan kembali ke masyarakat.

“Saya ingin pelajar di sini belajar dari pengalaman saya, agar tidak mengikuti jalan yang salah seperti yang pernah saya ambil,” tuturnya di hadapan ratusan siswa yang hadir.

Selain itu, perwakilan dari Satgaswil Densus 88 Kalbar turut menyampaikan pemaparan mengenai kondisi aktual peta ancaman terorisme di Indonesia. Mereka juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam deteksi dini dan pelaporan aktivitas mencurigakan sebagai bentuk perlawanan terhadap terorisme.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, tercermin dari diskusi interaktif yang berlangsung dinamis dan penuh semangat. Para siswa aktif bertanya dan merespons materi yang disampaikan dengan kritis dan reflektif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program terpadu pencegahan terorisme berbasis edukasi publik. Manto menegaskan bahwa program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Kami ingin melahirkan generasi muda yang menjadi duta perdamaian, yang tidak hanya menolak kekerasan ekstrem, tetapi juga aktif menyebarkan nilai-nilai toleransi dan persatuan,” tambah Manto.

Dengan digelarnya roadshow ini, diharapkan pelajar di wilayah perhuluan dan perbatasan Kalimantan Barat dapat menjadi garda terdepan dalam melawan penyebaran paham radikal melalui cara-cara damai dan berlandaskan nilai kemanusiaan.

Leave a Comment

Related Post