Kemenag Sigi Bersama Polda Sulteng Cegah Paham Radikal

Harakatuna

16/10/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Sigi – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sigi memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan masuknya paham radikalisme dan intoleransi di wilayah ini. Pasalnya kedua instansi ini memiliki kesamaan mandat dan tujuan untuk menjaga perdamaian dan kerukunan di daerahnya.

“Kunjungan silaturahmi merupakan salah satu langkah strategis Polri dalam membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Kemenag, untuk menangkal masuknya paham radikalisme dan intoleransi,” kata Kasub Satgas Humas Operasi Madago Raya AKP Basirun Laele dalam keterangannya diterima di Palu, Senin.

Personel Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya Polda Sulteng mengunjungi Kepala Kantor Kemenag Sigi Lutfi Yunus di Sigi, Senin. Basirun menyampaikan Satgas Operasi Madago Raya terus berupaya menjalin komunikasi yang erat dengan Kemenag dan para tokoh masyarakat di Kabupaten Sigi, dengan bahu-membahu dalam menangkal masuknya paham radikalisme dan intoleransi di wilayah ini.

Dalam kesempatan tersebut personel Satgas II Preemtif menjelaskan Operasi Madago Raya adalah kegiatan kewilayahan Polda Sulawesi Tengah yang menyasar empat wilayah di provinsi, termasuk Kabupaten Sigi. Menurut keterangannya pemilihan lokasi operasi satgas ini didasarkan pada tingkat kerawanan daerah sasaran.

Basirun menjelaskan paham radikalisme dan intoleransi dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Pihaknya menjelaskan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sangat penting untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan serta kerukunan warga, khususnya di wilayah Sigi.

“Oleh karena itu kami meminta dukungan dari Kemenag dalam program-program Satgas II Preemtif dalam menangkal paham radikalisme, seperti kegiatan peningkatan kemampuan bagi imam masjid, pegawai syara’, pendeta, dan rohaniawan Kristen, serta calon dai dan daiyah,” ujarnya.

Menurut dia, kolaborasi bersama Kemenag Sigi juga sebagai salah satu upaya untuk memperkuat peran remaja masjid dalam menjaga generasi muda dari pengaruh paham-paham yang menyesatkan. Selain itu, kata dia, penguatan moderasi beragama dan implementasi nilai-nilai Islam juga menjadi fokus dalam diskusi tersebut.

“Menjelang Pilkada 2024, juga perlunya kolaborasi dalam menjaga stabilitas kamtibmas, menghindari praktik black campaign, money politics, serta isu primordialisme,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sigi Lutfi Yunus menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan silaturahmi tersebut. Ia menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh upaya Polri dalam menangkal paham radikal dan intoleran.

“Kami mengapresiasi kegiatan sambang dan silaturahmi ini serta mendukung penuh upaya Polri dalam hal ini Satgas Madago Raya untuk menangkal paham radikal dan intoleran di wilayah operasi, khususnya di Kabupaten Sigi,” katanya.

Leave a Comment

Related Post