Harakatuna.com. Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi mengukuhkan Milenial Moderate Agent (MMA) sebagai mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama. Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung meriah di Hotel Movenpick, Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan dari 34 provinsi se-Indonesia.
Milenial Moderate Agent merupakan inisiatif Kemenag yang melibatkan penyiar radio dan televisi dari seluruh nusantara. Para agen ini diberi mandat untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan kerukunan melalui media siar serta platform digital. MMA ditetapkan sebagai duta moderasi beragama guna memperkuat pemahaman keagamaan yang sejuk dan inklusif di tengah masyarakat.
Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Abu Rohmad, M.Ag, menyatakan bahwa peran MMA sangat strategis dalam menjangkau publik melalui konten positif.
“Moderasi beragama bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam siaran dan konten positif yang menjangkau masyarakat luas,” tegas Prof. Abu Rohmad, Selasa (10/6/2025).
Rangkaian kegiatan pengukuhan MMA berlangsung selama tiga hari, sejak Selasa hingga Kamis, 10–12 Juni 2025. Kegiatan meliputi talkshow inspiratif bersama influencer Sahil Mulachela, pelatihan komunikasi publik dari tim ESQ, serta diskusi tematik seputar dakwah digital yang difasilitasi oleh Subdirektorat Syiar Budaya Islam.
Seluruh agenda tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas para agen MMA dalam menyampaikan pesan moderasi secara kreatif, khususnya melalui kanal media sosial yang digemari generasi muda.
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd, menyampaikan bahwa penguatan jaringan MMA merupakan bagian penting dari strategi dakwah moderat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“MMA bukan hanya simbol, tetapi komunitas aktif yang harus terus diperkuat sebagai mitra dakwah Kemenag di era digital,” ujarnya saat menutup kegiatan, Rabu (11/6/2025).
Masing-masing provinsi mengirimkan dua perwakilan, satu putra dan satu putri, sebagai duta perubahan. Provinsi Kalimantan Selatan, misalnya, diwakili oleh Padhli dan Arini dari RRI Banjarmasin. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antara lembaga penyiaran publik dan program pemerintah dalam mengarusutamakan nilai-nilai toleransi.
Pengukuhan MMA ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag RI dalam menciptakan ruang keberagamaan yang damai, moderat, dan membangun. Dengan peran aktif para agen milenial ini, Kemenag berharap pesan-pesan moderasi beragama dapat tersampaikan secara lebih luas dan efektif kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi ujung tombak perubahan sosial.







Leave a Comment