Harakatuna.com. Nganjuk – Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., didampingi pejabat utama Polres Nganjuk, melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nganjuk, Selasa (10/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor MUI Kabupaten Nganjuk, Jalan Dermojoyo No. 22, Payaman, Kecamatan Nganjuk, itu membahas penguatan sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menangkal radikalisme, ajaran menyimpang, serta mengantisipasi penyakit masyarakat, khususnya praktik prostitusi liar.
Kapolres menegaskan, kolaborasi antara Polri dan MUI menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Nganjuk. “Peran MUI sangat penting sebagai mitra strategis Polri dalam memberikan edukasi keagamaan yang moderat, mencegah masuknya paham radikal dan ajaran menyimpang, serta bersama-sama mengantisipasi penyakit masyarakat seperti prostitusi liar yang berpotensi merusak tatanan sosial,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.
Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui pembinaan dan penyuluhan berbasis keagamaan dinilai lebih efektif untuk menekan potensi gangguan kamtibmas. Upaya tersebut juga dipandang mampu memperkuat ketahanan moral masyarakat agar tidak mudah terpengaruh ideologi maupun perilaku menyimpang.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Nganjuk KH Ali Mustofa Said menyambut baik audiensi tersebut. Ia menegaskan komitmen MUI untuk terus memperkuat kerja sama dengan Polres Nganjuk dalam menjaga umat dari pengaruh negatif yang bertentangan dengan nilai agama serta budaya bangsa.
“Kami siap mendukung langkah Polres Nganjuk, baik melalui dakwah, pembinaan umat, maupun koordinasi lintas sektor, agar masyarakat tidak terpapar radikalisme, ajaran menyimpang, serta praktik-praktik yang meresahkan seperti prostitusi liar,” kata KH Ali Mustofa Said.
Melalui silaturahmi ini, Polres Nganjuk dan MUI Kabupaten Nganjuk berharap dapat membangun komunikasi yang berkelanjutan. Dengan begitu, upaya pencegahan dan penanganan persoalan sosial-keagamaan di masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan terukur. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang aman, religius, serta kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.








Leave a Comment