Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengupas kembali kitab karangan KH Hasyim Asy’ari yang berjudul Irsyadul mukminin pada bab pentingnya belajar sejarah nabi dan kesaksian tuhan akan indahnya akhlak nabi.
KH Hasyim Asy’ari memulai pembahasan bab ini dengan menguraikan akan pentingnya belajar sejarah perjalanan manusia yang paling agung didunia dan diakhirat, yaitu Nabi Muhammad.
Beliau berkata perlu diketahui bahwasanya sejarah perjalanan nabi merupakan jalan keselamatan bagi mereka yang mengharapkan kebahagiaan di dunia dan diakherat. Bagaimana tidak merupakan sebuah jalan kesuksesan, Allah sendirilah yang menjamin akan hal itu. Dalam kitabnya yang mulia Allah berfirman “ sungguh pada diri rosulullah terdapat suri taulan yang baik bagi orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan hari akhir maka ingatlah Allah terus menerus”.
Dengan ini menjadi nyata dan jelaslah barang siapa yang mengharapkan ridho Allah maka ikutilah suri tauladan yang telah dicontohkan oleh nabi. Sejarah perjalanan nabi yang merupakan jalan mencapai kebahagiaan adalah obat yang paling mujarab untuk membersihkan hati manusia, dan wasilah yang paling tepat untuk mensucikan hati.
Apabila engkau membaca, mentadaburi, menyelami makna keindahan bahasa Al-Quran maka engkau akan menemukan bahwasanya Alquran menyebutkan keindahan akhlak rosulullah dalam berbagai aspek kehidupan dan Alquran akan meninggalkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan akhlak rosulullah. Hal ini sangat sesuai dengan sabda Rosulullah “sesungguhya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak sempurna.
Dengan sabda Rosulullah ini cukuplah dapat dimengerti bahwasanya tujuan utama diutusnya Rosulullah adalah untuk membersihkan hati, menyempurnakan akhlak yang mulia, karena manusia menjadi berbeda dengan mahluk lainya karena hati dan akhlaknya.
KH Hasyim Asy’ari mengutarakan bahwa sejarah perjalanan nabi adalah jalan keselamatan bagi mereka yang mengharapkan kebahagiaan oleh karena itu patut disadari Tujuan mengkaji sejarah perjalanan Nabi bukan sekedar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah dan bukan juga untuk memetik hal-hal positif yang terkandung dalam berbagai kejadian penting.
Oleh karena itu, tidak sepatutnya kita menganggap kajian sejarah perjalanan nabi termasuk sejarah pada umumnya, seperti sejarah hidup salah seorang Khalifah, atau sesuatu periode sejarah yang telah silam. Akan tetapi tujuan mengkaji sejarah perjalan nabi adalah agar setiap Muslim memperoleh gambaran tentang hakekat Islam secara paripurna, yang tercermin di dalam kehiduapn Nabi Muhammad saw, tentunya sesudah ia memahami secara konseptional akan prinsip, kaidah yang dapat diterima oleh nalar.
Dengan kata lain tujuan utama mengkaji sejarah perjalanan nabi adalah agar setiap orang dapat menemukan sosok suri tauladan yang paling luhur dalam segala sendi kehidupan. Setelah itu menjadikanya sebagai pedoman dalam segala tindakanya. Tidak dilakukan lagi, bahwa motode luhur apapun yang dicari manusia, mereka pasti akan menemukanya dalam diri Rosulullah, dengan sangat jelas dan sempurna.itulah salah satu alasan kenapa Allah menasbihkan Rosulullah sebagai teladan umat.
[zombify_post]









Leave a Comment