Harakatuna.com – Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepada seluruh umat manusia ini membawa sebuah ajaran yang teramat jelas untuk kebaikan manusia. Ajaran dasarnya adalah tauhid atau mengesakan Tuhan yang dibuktikan dalam perbuatan sehari-hari. Islam selalu mengajarkan untuk melakukan perbuatan yang dibolehkan dan menjauhi segala hal yang dilarang. Selain menjauhi hal yang dilarang, salah satu ajaran Islam adalah menjauhi perbuatan yang dibenci oleh Allah.
Perbuatan yang dibenci oleh Allah ini bukan termasuk larangan akan tetapi sangat dianjurkan untuk dijauhi. Perbuatan yang dibenci oleh Allah ini apabila dijauhi, maka membawa kebaikan yang berlimpah. Rasulullah dalam hadisnya menjelaskan setidaknya ada 3 perbuatan yang dibenci oleh Allah.
إنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا: قيلَ وَقالَ، وإضَاعَةَ المَالِ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ.
Artinya: “Sesungguhnya Allah membenci atas kalian tiga perkara: mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, menyia-nyiakan harta, dan banyak bertanya.” (HR. Muslim No. 593)
Adapun perbuatan yang dibenci oleh Allah sebagai berikut:
Pertama adalah mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya. Sekarang ini perbuatan ini merajalela dengan hadirnya media sosial. Banyak sekali orang yang post dan repost postingan yang belum kredibel sumbernya. Perbuatan mengatakan sesuatu yang belum jelas sumbernya ini bisa memicu fitnah apabila yang dikatakan tersebut terkait isu SARA. Oleh karenanya berpikirlah matang-matang sebelum memposting atau repost postingan di media sosial. Jangan sampai postingan kita menjadi dosa jariah yang jejak digitalnya sulit dihapuskan.
Kedua, adalah menyia-nyiakan harta atau membelanjakan harta bendanya tidak sesuai dengan porsinya. Terkait membelanjakan harta, Allah dalam Al-Quran sudah membuat kaidahnya yaitu jangan terlalu boros dan jangan terlalu pelit.
وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
Artinya: “Dan orang-orang yang menafkahkannya tidak boros dan tidak pelit, serta ada kestabilan di antara keduanya.” (QS. Al-Furqan: 67)
Perlu diketahui bahwa membelanjakan harta benda adalah perbuatan yang akan dipertanggungjawabkan hisabnya dengan teliti oleh Allah.
لا تَزُولُ قَدَما عبْدٍ يومَ القيامةِ حتى يُسْأَلَ: عنْ عُمُرِهِ فيما أَفْنَاهُ، وعنْ عِلْمِهِ فيمَ فَعَلَ، وعن مالِهِ مِنْ أينَ اكْتَسَبَهُ وفيمَ أَنْفَقَهُ، وعنْ جِسْمِهِ فيمَ أَبْلاه
Artinya: “Kaki seorang hamba tidak akan bergerak pada hari kiamat sampai dia dimintai pertanggungjawaban: tentang umurnya, untuk apa dia habiskan; tentang ilmunya, seberapa banyak yang sudah diamalkan; tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia keluarkan; dan tentang tubuhnya, untuk apa ia pergunakan.” (HR. Tirmidzi No. 2.417)
Ketiga adalah terlalu banyak bertanya. Perbuatan ini kelihatan sepele justru terlalu banyak bertanya bisa memberatkan kehidupan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah menerangkan bahwa salah satu faktor penyebab dibinasakannya manusia adalah karena banyak pertanyaan.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.
Artinya: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Apa saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya apa yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi Nabi-nabi mereka’.” (HR. Bukhari-Muslim)
Demikianlah 3 perbuatan yang dibenci oleh Allah. Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah untuk bisa menjauhi tiga perbuatan ini. Amin.








Leave a Comment