Jaringan Narkoba Petamburan Diduga Akan Danai Kelompok Teroris

Harakatuna

25/12/2020

2
Min Read
danai teroris

On This Post

JAKARTA – Polda Metro Jaya membongkar peredaran 201 kilogram narkoba jenis sabu di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Hasil dari penjualan ratusan kilogram sabu tersebut diduga akan digunakan untuk danai teroris di Timur Tengah.

“Hasil profiling dan ada indikasi dugaan barang haram ini dipakai untuk pembiayaan terorisme yang ada di Timur Tengah,” ujar Yusri, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Pengungkapan 201 kilogram sabu ini, yang diduga untuk danai teroris ini menurut Yusri berasal dari jaringan yang sama. Januari 2020 lalu Polda telah melakukan penangkapan jaringan narkoba di Serpong, Tangerang Selatan. Kedua jaringan ini memiliki kode yang sama.

Menurut Yusri, kemasan sabu yang diamankan di Petambutan memiliki kode yang sama dengan kurir narkoba yang ditembak mati di kawasan Serpong. “Dari barang itu kode yang sama ‘555’. Ini adalah barang yang memang jaringan international dari Timur Tengah,” ungkap dia.

Sebelum membongkar peredaran 201 kilogram sabu, polisi sudah melakukan profiling terhadap pelaku. Penyelidikan itu dilakukan oleh Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Pengedaran narkoba yang diduga untuk danai teroris ini telah seminggu lebih diintai oleh aparat.

“Sudah hampir seminggu kita mem-profiling, tim sudah selidiki selama seminggu dan berhasil menemukan memang akan masuk barang haram ini ke Indonesia,” kata Yusri.

Menurut Yusri, barang haram tersebut hendak dikirim ke suatu tempat sehingga petugas melakukan penangkapan di jalan. “Kami tangkap di jalan karena memang dari hasil profiling kita harus mengetahui dulu barang ini mau dikirim ke mana, sehingga kita ikuti,” ujar dia.

Yusri menjelaskan, 11 orang yang berhasil diamankan kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Para tersangka juga memiliki peran masing-masing dalam mengedarkan narkoba. “Ya perannya masing-masing mulai dari menerima, mengantar, dan perannya semua ada masing-masing,” ujar Yusri.

Terbongkarnya peredaran ratusan kilogram sabu ini bermula ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat terkait sebuah mobil yang mengangkut narkoba. Polisi pun melakukan penyelidikan dan membututi mobil berwarna putih tersebut.

“Akhirnya sejak sore tadi hingga malam ini mobil yamg kita buntuti, mobil putih ini berhenti di wilayah Petamburan. Kemudian tim melakukan penggerebekan, penangkapan,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo.

Hendro mengungkapkan, ratusan kilogram sabu tersebut nominalnya mencapai miliaran Rupiah jika diperjual belikan. Semua dari hasil penjuangan ini akan danai teroris timur tengah.

Selain itu, ia menyebut 100 juta manusia telah terselamatkan. “Nilainya kalau kita Rupiahkan mencapai sekitar Rp 156 miliar. Dari 201 kilogram sabu ini, kita bisa menyelamatkan 100 juta jiwa manusia,” tukasnya.

Leave a Comment

Related Post