Harakatuna.com. Gaza – Kementerian Kesehatan di Gaza mengungkapkan bahwa pasukan pendudukan Israel kembali meningkatkan serangan dan pengepungan terhadap fasilitas kesehatan, kali ini menyasar Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Jalur Gaza Utara.
Menurut laporan yang dikutip dari Quds Press, Ahad (18/5), pengepungan terhadap rumah sakit tersebut dimulai sejak waktu subuh. Situasi ini menyebabkan kepanikan di kalangan pasien, korban luka, dan tenaga medis yang berada di dalam fasilitas tersebut.
“Setelah Rumah Sakit Eropa Gaza tidak beroperasi beberapa hari yang lalu, penjajah Israel mengintensifkan penargetan dan pengepungan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara sejak Shubuh hari ini,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Gaza.
Akibat pengepungan ini, dua pasien dilaporkan mengalami luka-luka saat berusaha meninggalkan rumah sakit. Kondisi darurat yang terjadi juga mengganggu pelayanan medis, termasuk penanganan korban luka yang terus berdatangan akibat meningkatnya serangan di wilayah utara.
“Pengepungan rumah sakit mencegah kedatangan pasien yang terluka karena pembantaian terhadap warga sipil di Jalur Gaza utara meningkat,” lanjut pernyataan tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut tindakan ini sebagai bagian dari kampanye sistematis Israel untuk melumpuhkan layanan kesehatan dengan menargetkan rumah-rumah sakit agar tidak lagi beroperasi.
Dalam pernyataannya, kementerian juga mengeluarkan seruan mendesak kepada komunitas internasional dan lembaga kemanusiaan untuk segera turun tangan. “Kami mengimbau semua pihak terkait untuk segera memberikan perlindungan kepada staf medis, pasien, dan para korban luka yang saat ini berada di dalam rumah sakit,” tegas mereka.
Kondisi ini menambah panjang daftar rumah sakit yang lumpuh di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Hingga kini, banyak fasilitas kesehatan tidak lagi berfungsi akibat serangan udara, kekurangan bahan bakar, serta pemutusan akses bantuan medis dan logistik.








Leave a Comment