ISIS Kembali Bangkit, Jerman dan Eropa Menjadi Target Serangan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

29/08/2024

3
Min Read
ISIS Kembali Bangkit, Jerman dan Eropa Menjadi Target Serangan

On This Post

Harakatuna.com. Washington – Milisi teroris Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan pisau di Solingen. Menurut Amak, corong ISIS, serangan tersebut dilakukan sebagai balas dendam untuk umat Islam di Palestina dan di tempat lain. Balas dendam ini menargetkan sekelompok umat Kristiani di beberapa negara.

Thomas Mücke, Aktivis Violence Prevention Network (VPN), sebuah organisasi yang konsen dalam upaya mencegah ekstremisme dan deradikalisasi terhadap pelaku kekerasan mengungkapkan bahwa kelompok ekstemis memanfaatkan momentum konfil di Timur Tengah untuk berulah. “Ekstremis menggunakan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah sebagai cara untuk mendapatkan momentum,” tuturnya kepada media.

Menurut pengamatan Mücke sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas membunuh banyak warga sipil Israel dan Israel pun merespons dengan serangan balasan di Jalur Gaza, memicu munculnya serangan ekstremis secara sporadis. Pihaknya melihat telah terjadi peningkatan empat kali lipat serangan dalam jumlah serangan dan percobaan serangan di Eropa Barat dibanding tahun 2022.

“Serangan di Solingen, Jerman, menjadi salah satu serangan terbaru dari serangkaian serangan dan percobaan serangan ISIS yang terjadi di seluruh Eropa dalam beberapa minggu terakhir. Meski demikian tidak selalu jelas apakah kelompok radikal itu (ISIS) yang menjadi dalang di baliknya, atau pun kelompok lain,” ujarnya.

Pada hari yang sama dengan serangan di Solingen, dua mobil meledak di luar sebuah sinagoga di La Grande-Motte, Prancis selatan. Di Austria, rangkaian konser penyanyi AS Taylor Swift yang awalnya dijadwalkan berlangsung di Wina pada awal Agustus akhirnya dibatalkan, menyusul penangkapan dua tersangka simpatisan ISIS.

Menurut otoritas keamanan Austria, tersangka utama merupakan seorang warga Austria berusia 19 tahun dengan latar belakang dari daerah Makedonia Utara. Pihaknya mengaku pada saat penangkapannya bahwa ia ingin “membunuh dirinya sendiri dan sekelompok besar orang.”

Pada akhir Mei, seorang warga Afganistan yang tinggal di Jerman secara fatal melukai seorang petugas polisi dan melukai lima orang lainnya di Mannheim. Serangan itu ditujukan kepada ketua Pax Europa, sebuah gerakan yang kritis terhadap Islam. Meskipun tidak ditemukan hubungan langsung dengan ISIS dalam kasus ini, penyidik mengklasifikasikan serangan tersebut “bermotif agama.”

Setelah serangan ini, otoritas Jerman dan Prancis kemudian menyatakan kekhawatiran serius tentang potensi serangan ISIS selama turnamen Euro di Jerman dan Olimpiade di Paris. Kedua acara besar ini pada akhirnya berlangsung damai, yang kemungkinan terjadi berkat peningkatan langkah-langkah keamanan dan lebih banyak kontrol perbatasan.

Otoritas di Eropa telah mendokumentasikan tujuh serangan dan 21 percobaan atau rencana serangan di Eropa Barat sejak. Menurut Mücke peristiwa ini bersamaan dengan meningkatnya konflik Israel vs Palestina yang menetus sejak 7 Oktober 2023.

Mücke menganggap peningkatan ini tidak mengejutkan. “ISIS mengidentifikasi Eropa Barat sebagai target serangan, jelas dengan niat untuk menyebarkan kengerian dan ketakutan serta memecah belah masyarakat sehingga mereka dapat merekrut lebih banyak orang untuk tujuan mereka,” tuturnya.

Meski begitu, serangan paling serius yang diklaim oleh ISIS baru-baru ini terjadi bukan di Eropa Barat, melainkan di Moskow pada Maret 2024, ketika lebih dari 140 orang tewas dalam serangan teroris di sebuah gedung konser. Menurut Amak, mereka sengaja melakukan balas dendam pada saat pertemuan umat Kristiani. “Tentara Negara Islam menyerang pertemuan besar umat Kristiani, menewaskan dan melukai ratusan orang,” tutur Amak.

Leave a Comment

Related Post