ISIS-K Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Quetta, 17 Tewas dan Puluhan Luka-luka

Ahmad Fairozi, M.Hum.

04/09/2025

3
Min Read

Harakatuna.com. Quetta – Cabang kelompok ekstremis Negara Islam, ISIS-Khorasan (ISIS-K), mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang mengguncang sebuah demonstrasi politik di Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan, Selasa (2/9/2025). Serangan brutal tersebut menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai banyak lainnya.

Aksi teror itu terjadi saat Partai Nasional Balochistan-Mengal (BNP-M) menggelar aksi politik di Stadion Shahwani. Pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di tengah kerumunan simpatisan partai, menyebabkan kepanikan dan kehancuran di lokasi.

Kelompok ISIS-K mengumumkan klaim tersebut melalui kanal propaganda resminya, mengonfirmasi bahwa mereka berada di balik serangan yang menargetkan kegiatan politik partai nasionalis Baloch tersebut.

Sehari setelah kejadian, Kepolisian Balochistan mendaftarkan kasus tersebut di kantor polisi Departemen Antiterorisme (CTD), dengan tuduhan mencakup pembunuhan, percobaan pembunuhan, terorisme, serta penggunaan bahan peledak. Pihak berwenang menyatakan bahwa investigasi sedang berlangsung dan keamanan diperketat di Quetta serta sejumlah distrik sensitif lainnya.

“Ini adalah serangan pengecut terhadap demokrasi dan hak rakyat untuk bersuara,” ujar seorang pejabat kepolisian yang enggan disebut namanya, seraya menambahkan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku dan jaringannya.

Serangan Kedua terhadap Ketua BNP-M

Serangan ini merupakan upaya pembunuhan kedua terhadap Sardar Akhtar Mengal, ketua BNP-M. Beberapa bulan sebelumnya, ia juga menjadi target serangan saat memimpin aksi damai di distrik Mastung untuk menuntut pembebasan tahanan politik Baloch.

Menanggapi insiden terbaru, Mengal menegaskan bahwa partainya tidak akan mundur dari perjuangan politik. “Kami tidak akan tunduk pada serangan pengecut seperti itu. Ini tidak akan menghentikan perjuangan kami demi hak-hak politik dan demokrasi rakyat,” tegas Mengal dalam pidatonya di hadapan kader partai, Rabu (3/9/2025).

Kepala Menteri Balochistan, Mir Sarfraz Bugti, menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut, menyebutnya sebagai “upaya pengecut untuk mengguncang stabilitas provinsi.”

“Para pelaku akan dibawa ke pengadilan. Tidak akan ada toleransi terhadap terorisme. Kami berdiri bersama keluarga korban dan tidak akan membiarkan mereka menghadapi duka ini sendirian,” ujar Bugti saat memimpin rapat tingkat tinggi mengenai penanganan keamanan pasca-serangan.

Ia juga menginstruksikan agar korban luka mendapatkan perawatan terbaik, bahkan menyiapkan ambulans udara untuk merujuk pasien kritis ke Karachi bila diperlukan.

Peringatan untuk Tingkatkan Keamanan

Dalam pernyataannya, Sekretaris Utama Tambahan Hamza Shafqat mengumumkan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan kompensasi sebesar Rs1,5 juta untuk keluarga korban tewas dan Rs200.000 untuk korban luka.

Shafqat juga mengungkap bahwa pihak keamanan sebelumnya telah memperingatkan BNP-M terkait potensi ancaman dan menyarankan agar acara publik ditunda. “Kami telah beberapa kali memperingatkan tentang meningkatnya ancaman keamanan di Quetta dan wilayah Balochistan lainnya. Sayangnya, anjuran tersebut tidak diindahkan,” jelasnya.

Sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kepada para korban, partai-partai politik termasuk BNP-M, Partai Nasional, dan PkMAP telah mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.

Selama masa ini, bendera partai dikibarkan setengah tiang, dan seluruh kegiatan politik ditangguhkan sebagai tanda duka atas gugurnya 17 kader dalam serangan tersebut.

Leave a Comment

Related Post