Iran Siap Bantu Suriah Habis-Habisan Lawan Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

04/07/2025

3
Min Read
Iran Siap Bantu Suriah Habis-Habisan Lawan Terorisme

Harakatuna.com. Baghdad – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan terus memberikan dukungan penuh kepada Suriah dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dan Menteri Luar Negeri Suriah Bassam Sabbagh di Baghdad, Jumat (6/12/2024).

“Iran akan mendukung Suriah dengan seluruh kekuatan dan segala yang dibutuhkan, sesuai permintaan pemerintah Suriah, seperti yang selalu kami lakukan,” tegas Araghchi, dikutip dari Mehr News, Sabtu (7/12/2024).

Dalam kesempatan itu, Araghchi memperingatkan bahwa kawasan akan menghadapi ancaman serius jika Suriah kembali menjadi sarang kelompok teroris. Ia menyebut potensi kembalinya kelompok bersenjata ekstremis akan membahayakan stabilitas regional, khususnya bagi negara-negara tetangga. “Jika Suriah menjadi tempat yang aman bagi para teroris dan mereka kembali beraktivitas di sana, ini akan menjadi ancaman besar bagi seluruh kawasan,” ujarnya.

Menurut Araghchi, ada tiga pesan utama yang dihasilkan dari pertemuan trilateral tersebut. Salah satunya adalah dukungan kuat bagi pemerintah dan rakyat Suriah dalam melawan kelompok-kelompok Takfiri. Ia juga menegaskan keterlibatan pihak asing dalam mendukung gerakan teroris di wilayah itu. “Serangan-serangan teroris ini adalah bagian dari konspirasi Amerika-Zionis. Kita tidak bisa mengabaikan peran Zionis dalam perencanaan aksi-aksi tersebut,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, juga menyatakan solidaritas negaranya terhadap Suriah. Ia mengecam keras aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata yang telah diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Irak telah menjadi korban terorisme dan kami akan terus berperang melawan ancaman itu di mana pun mereka berada,” tegas Hussein.

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Suriah, Bassam Sabbagh, menegaskan bahwa militer Suriah terus menjalankan tugasnya dalam memerangi kelompok-kelompok teroris yang masih aktif di sejumlah wilayah, terutama di bagian utara dan barat laut negara tersebut. “Pergerakan kelompok teroris telah menyebabkan ribuan warga mengungsi. Kami menyerukan kerja sama regional dan internasional untuk menghentikan penyebaran terorisme,” kata Sabbagh.

Eskalasi Konflik di Wilayah Utara

Dalam sebulan terakhir, kelompok Takfiri yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham meluncurkan serangan besar di provinsi Aleppo dan Idlib. Mereka bahkan berhasil merebut beberapa wilayah dari pasukan pemerintah. Akibatnya, militer Suriah kini terlibat dalam pertempuran sengit untuk merebut kembali wilayah-wilayah tersebut.

Suriah telah menghadapi konflik bersenjata yang melibatkan kelompok militan dukungan asing sejak 2011. Pemerintah Damaskus berulang kali menuduh negara-negara Barat dan sekutu regional mereka sebagai dalang kekacauan di tanah Suriah.

Di tengah meningkatnya konflik, Menteri Pertahanan Suriah, Ali Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa penarikan pasukan dari kota Hama dilakukan untuk menyelamatkan nyawa warga sipil. “Pasukan kami telah melakukan reposisi strategis untuk menyelamatkan warga sipil dari potensi korban,” katanya dalam pidato yang disiarkan oleh kantor berita SANA.

Abbas juga memperingatkan soal kampanye disinformasi yang dilakukan oleh kelompok teroris, termasuk penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat pernyataan palsu atas nama militer.

“Mereka bisa menyebarkan pernyataan atau rekaman audio-video palsu yang diklaim berasal dari Komando Umum kami. Masyarakat harus waspada dan hanya mempercayai informasi dari saluran resmi nasional,” tandasnya.

Teroris Takfiri Kehilangan Ribuan Anggota

Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa sekitar 2.000 teroris Takfiri yang didukung asing tewas dalam operasi gabungan militer Suriah dan Rusia selama sepekan terakhir. Serangan intensif menargetkan titik-titik persembunyian dan pergerakan kelompok bersenjata di wilayah utara, termasuk di pedesaan Hama.

Pusat Koordinasi Rusia di Suriah melaporkan bahwa setidaknya 120 teroris tewas dalam satu serangan besar-besaran yang menargetkan basis mereka di barat laut Hama.

Kematian massal tersebut dinilai sebagai hasil efektif dari kerja sama kontraterorisme antara Damaskus dan Moskow, yang bertujuan memulihkan stabilitas di wilayah yang selama ini menjadi markas utama kelompok ekstremis.

Leave a Comment

Related Post