Harakatuna.com. Teheran – Televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman video yang diklaim memperlihatkan momen serangan rudal Angkatan Laut Garda Revolusi Iran terhadap sebuah kapal tanker minyak milik Amerika Serikat di perairan Teluk. Insiden tersebut menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan di kawasan Selat Hormuz setelah Teheran sebelumnya menyatakan menutup jalur pelayaran strategis itu sejak 2 Maret sebagai respons atas agresi Amerika Serikat dan Israel.
Dalam siaran tersebut, militer Iran juga mengeluarkan peringatan keras kepada kapal dagang internasional yang melintas di kawasan Teluk agar mematuhi regulasi maritim yang ditetapkan oleh otoritas Iran. Peringatan itu disampaikan untuk menghindari potensi serangan jika kapal-kapal tersebut dianggap melanggar ketentuan keamanan yang diberlakukan Teheran.
“Seluruh kapal yang beroperasi di kawasan tersebut harus mematuhi aturan yang ditetapkan Iran. Jika tidak, mereka berisiko menjadi sasaran sistem pertahanan dan serangan rudal,” demikian peringatan militer Iran yang disampaikan melalui media pemerintah.
Penutupan sepihak Selat Hormuz oleh Iran memicu kekhawatiran global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi paling penting di dunia. Situasi itu telah menyebabkan lonjakan biaya asuransi pelayaran serta meningkatkan harga minyak di pasar internasional.
Juru Bicara Staf Umum Militer Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa stabilitas keamanan di kawasan Teluk sangat bergantung pada keselamatan fasilitas Iran. Ia memperingatkan bahwa negara-negara di kawasan tersebut tidak akan aman jika Iran menjadi sasaran serangan.
“Jika pelabuhan dan fasilitas Iran diserang atau diganggu, maka pelabuhan di negara-negara Teluk juga tidak akan berada dalam kondisi aman,” ujar Shekarchi dalam pernyataan resminya.
Peringatan tersebut muncul setelah United States Central Command (CENTCOM) sebelumnya mengimbau warga sipil serta awak kapal internasional untuk menghindari pelabuhan-pelabuhan Iran yang diduga digunakan sebagai basis aktivitas militer. Teheran menanggapi pernyataan itu dengan menegaskan bahwa kendali penuh atas kawasan Teluk berada di tangan Garda Revolusi Iran.
Selain itu, pemerintah Iran juga mendesak negara-negara tetangga di kawasan Teluk agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh Amerika Serikat sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Di tengah meningkatnya tekanan internasional, Teheran tetap bersikeras memperketat prosedur keamanan di perairan Selat Hormuz. Kebijakan tersebut menyebabkan ratusan kapal kargo dan tanker tertahan di kedua sisi selat karena ketidakpastian situasi keamanan.
Ketegangan di kawasan itu mulai memberikan dampak nyata terhadap pasar energi global. Para analis memperingatkan bahwa jika serangan terhadap kapal tanker terus terjadi, gangguan terhadap rantai pasok energi dunia dapat memicu krisis ekonomi yang lebih luas, terutama bagi negara-negara pengimpor minyak yang sangat bergantung pada pasokan dari kawasan Teluk.








Leave a Comment