Harakatuna.com – Hasan Al-Bashri adalah tokoh Islam yang mewarnai perkembangan Islam di seluruh dunia melalui nasehat-nasehatnya dan teladannya. Ia dikenal sebagai tokoh yang ahli fikih sekaligus seorang spiritualis. Hasan Al-bashri ini hidup sezaman dengan khalifah Islam yang sangat terkenal dengan keadilannya yaitu Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Dan berikut Pesan Hasan Al-Bashri untuk para penguasa.
Dalam kitab Jawahirul Adab karya Syaikh Ahmad Hasyimi terdapat pesan Imam Hasan Al-Bashri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz agar menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana sehingga tidak melakukan tindakan-tindakan atau keputusan yang zalim dan tidak bermoral.
لا تحكم يا أمير المؤمنين في عباد الله بحكم الجاهلين، ولا تسلك بهم سبيل الظالمين، ولا تسلط المستكبرين على المستضعفين، فإنهم لا يرقبون في مؤمن إلاّ ولا ذمة، فتبوء بأوزارك وأوزار مع أوزارك، وتحمل أثقالك وأثقالاً مع أثقالك. ولا يغرنك الذين يتنعمون بما فيه بؤسك، ويأكلون الطيبات في دنياهم بإذهاب طيباتك في آخرتك. ولا تنظر إلى قدرتك اليوم، ولكن انظر إلى قدرتك غدًا وأنت مأسور في حبائل الموت، وموقوف بين يدى الله في مجمع من الملائكة والنبيين والمرسلين، وقد عنت الوجوه للحى القيوم
Artinya, “Janganlah, wahai Amirul Mukminin, engkau memerintah hamba-hamba Allah dengan hukum yang diterapkan oleh orang-orang jahil. Jangan juga menempuh jalan orang-orang yang berlaku aniaya. Jangan beri peluang para pendurhaka terhadap kaum lemah, karena mereka itu tidak memelihara hubungan kekerabatan dengan orang mukmin, tidak juga mengindahkan perjanjian, karena jika engkau memberi peluang itu maka engkau akan memikul dosa-dosamu dan juga dosa dosa (mereka) bersama dosamu. Engkau akan memikul beban-bebanmu bersama beban-beban selainmu!
Janganlah terpedaya dengan mereka yang menikmati hal-hal yang menjadi sumber kesengsaraan. Mereka menikmati aneka kebaikan di dunia mereka dengan menyingkirkan kebajikan yang berkaitan dengan akhiratmu. Jangan memandang kepada kemampuanmu hari ini tetapi lihatlah kemampuanmu esok saat engkau disandera dalam tali-temali maut, berdiri di hadapan Allah dalam himpunan para malaikat, para nabi dan rasul, di mana semua wajah tertunduk di hadapan Tuhan yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri lagi Maha Mengurus semua makhluk. (Ahmad Hasyimi, Jawahirul Adab fi Adbiyati wa Insyai Lughatil ‘Arab, [Maktabah Fahrasatul Kamilah: 1969], halaman 341).
Dari keterangan ini, bisa dilihat pesan-pesan Hasan Al-Bashri untuk para penguasa diantaranya adalah
Pertama, tidak memerintah dengan hukum yang orang jahiliyah. Itu artinya menjadi penguasa harus menegakkan kedaulatan hukum, bukan malah mempermainkan hukum untuk kepentingan pribadi atau golongan.
Kedua, menjadi penguasa harus menghindari jalan-jalan orang yang berlaku aniaya seperti diktator, bengis dan lain sebagainnya.
Ketiga, tidak memberi peluang kepada orang zalim untuk menguasai aset yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Karena dengan memberi peluang sedikit saja kepada orang zalim ini maka daya rusaknya sungguh amat besar.
Keempat, tidak bergaul (mengikat perjanjian) dengan orang-orang yang menjadi sumber kesengsaraan.
Kelima, Jangan melihat pangkat dan derajatmu hari ini yang sungguh power full, akan tetapi perhatikanlah kelak ketika engkau berdiri di hadapan yang maha kuasa. apa yang akan engkau katakan dan engkau pertanggungjawabkan?
Demikianlah pesan-pesan Imam Hasan Al-Bashri untuk para penguasa. Wallahu A’lam Bishowab.








Leave a Comment