Ini Minuman yang Disukai Rasulullah

Ahmad Khalwani, M.Hum

30/10/2024

2
Min Read
Minuman rasulullah

On This Post

Harakatuna.com – Hal pokok yang harus dipenuhi setiap manusia setiap harinya adalah makan dan minum. Islam, sebagai agama yang paling sesuai dengan naluriah manusia, menghadirkan Rasulullah dengan sifat basyariyahnya (kemanusiaan) untuk menjadi teladan bagi seluruh manusia. Makan dan minum adalah hal yang tidak bisa dihindari manusia termasuk Nabi Muhammad. Lantas minuman apa yang menjadi kesukaan Rasulullah?

Sebagaimana keterangan Aisyah, istri Rasulullah, Nabi Muhammad menyukai minuman dingin yang agak manis.

كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ

Artinya: “Minuman yang disukai Rasulullah ialah yang dingin dan manis.”

Bahwa yang dimaksud “dingin” dalam hal ini ialah suhu normal yang tidak hangat apalagi panas. Dan bukan dingin karena es atau lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan “manis” kemungkinannya ialah air yang dicampur madu, rendaman kismis ataupun kurma, sebagaimana keterangan dalam sebuah hadis.

َعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْبَذُ لَهُ الزَّبِيبُ فِي السِّقَاءِ فَيَشْرَبُهُ يَوْمَهُ وَالْغَدَ وَبَعْدَ الْغَدِ فَإِذَا كَانَ مَسَاءُ الثَّالِثَةِ شَرِبَهُ وَسَقَاهُ فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ أَهَرَاقَهُ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas Radhiyalahu ‘anhu, ia berkata ”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dibuatkan rendaman kismis dalam satu bejana, kemudian beliau minum rendaman tersebut pada hari itu, juga esok harinya dan keesokan harinya. Pada sore hari ketiga beliau memberi minuman tersebut kepada yang lain, jika masih ada yang tersisa, beliau pun menuangnya.” 

Ibnu Qoyim dalam kitabnya Zadul Ma’ad menjelaskan bahwa jika manis dan dingin terhimpun dalam sebuah minuman maka akan memberikan manfaat yang teramat baik bagi tubuh yaitu membantu proses pencernaan dan penyaluran saripati makanan dengan sempurna. Mencairkan dahak, mencuci dan membasmi bibit penyakit di lambung, menetralisir sisa-sisa makanan, serta menstabilkan kehangatan lambung. Di samping itu juga sangat bermanfaat bagi hati, ginjal dan kandung kemih.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah juga menjelaskan bahwa minuman yang disukai adalah minuman yang dingin karena diinapkan dalam suatu wadah.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ رَضِي اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَىرَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ وَمَعَهُ صَاحِبٌ لَهُ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ كَانَ عِنْدَكَ مَاءٌ بَاتَ هَذِهِ اللَّيْلَةَ فِي شَنَّةٍ وَإِلَّا كَرَعْنَا

Artinya: “Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumah salah seorang laki-laki Anshar bersama seorang sahabatnya seraya berkata kepadanya, ”Adakah engkau mempunyai air yang telah diinapkan dalam bejana kulit? Jika tidak kami akan minum langsung dari mulut kami.”

Air dingin hasil dari diinapkan dalam suatu wadah ini memang dinginnya segar. Selain itu air yang telah diinapkan mampu menetralisir panas tubuh, sekaligus menjaga kelembabannya, dan juga mengganti sebagian zat yang telah terurai dari tubuh.

Dari keterangan ini menjadi jelas bahwa minuman kesukaan Rasulullah adalah minuman yang dingin dan manis, Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Related Post