Harakatuna.com. Jakarta – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap 10 orang terduga teroris di berbagai daerah Solo Raya, para terduga diamankan oleh pihak keamanan sebab tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyah.
Hal ini dikonfimasi langsung oleh Kombes Pol Aswin Siregar sebagai jubir Densus 88. Aswin membenarkan bahwa ada 10 orang yang diduga teroris ini setelah dilakukan pengecekan ternyata 10 orang ini tergabung dalam sebuah kelompok Kodimah Timur yang ada di daerah Solo.
“Mereka ini adalah kelompok yang tergabung dalam yang kalo kita sebut namanya kodimah timur yang regional Solo,” selanjutnya.
Lebih lanjut Aswin Siregar menjelaskan fungsi dsri kelompok ini adalah sebagai pengamanan dan membantu terhadap orang-orang pelarian. “Yang selama ini berfungsi sebagi divisi pengamanan dan membantu para pelarian, jadi ada yang menjadi korwilnya, ada juga tugasnya menyembunyikan orangnya,ada juga yang menjadi bendara dan sekertaris jadi dari 10 orang ini variasi,” kata Aswin Siregar, dilansir Kilat.com dari YouTube tvOneNews.
Bahkan menurut penjelasannya 10 orang yang ditangkap oleh Densus 88 ini memiliki perannya masing-masing di kelompok tersebut, dari mulai kordinator wilayah (korwil) sampai sekertaris berhasil diamankan. Aswin mengatakan jika memang tugasnya itu berbeda-beda tetapi kelompok ini sudah terjalin dengan jaringan jemah islamiyah.
“Variasi perannya dalam struktur jemah islamiyah itu cukup beragam tapi keseluruhannya merupakan kelompok yang tergabung atau terafiliasi dengan jamah islamiyah untuk kodimah timur regional Solo,” ujarnya.
Aswin Siregar saat ditanya oleh media yang mewawancarainya soal data yang lebih mendetail dari 10 orang terduga teroris itu, ia mengatakan bahwa semua detail identitas dari pelaku sudah dikantongi oleh pihak keamanan. Ia juga mengugkapkan bahwa ketika penangkapan pertama itu yang diamankan sejumlah 10 orang di daerah Solo, setelah itu ada pengembangan satau bergeser kearah Boyolali.
Ketika sesudah penangkapan di Boyolali ternyata ada perkembangan lagi yang terakhir ada pengkapan di Magetan, ia menjelaskan bahwa jumlah total yang ditangkap adalah 12 orang terduga teroris, 11 ditangkap di Jawa Tengah dan 1 ditangkap di Jawa Timur.
Lebih lanjut Aswin menjelaskan bahwa meskipun 12 orang ini memiliki peran dalam jaringan jamah islamiyah ini namun 12 orang tersebut hanyalah anggota saja. Selain itu 12 orang terduga teroris ini juga memiliki tugas sebagai pengelola aset-aset dalam jaringan tersebut seperti aset perpindahan senjata dan bahan peledak.
“Jadi kalo ke 12 orang ini memang pada dasarnya adalah anggota dalam struktur jamah islamiyah, ada peran mereka dalam mengelola aset ya..dalam tanda kuti aset merak itu bukan hanya aset ekomoni tetapi juga ada pergeseran senjata maupun perpindahan bahan peledak,” ujarnya.
Aswin mengatakan penangkapan terduga teroris juga harus dilakukan terlebih menjelang hari pemilihan umum (pemilu) 2024.







Leave a Comment